Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Jawa Tengah Jadi Pilar Ketahanan Pangan, Setya Arinugroho Dorong Sinergi Nasional

METROJATENG.COM, KEBUMEN – Jawa Tengah kembali meneguhkan perannya sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Indonesia. Hal ini terlihat dalam panen raya padi di Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, Kebumen, bulan Agustus lalu yang menghasilkan lebih dari 1.100 ton gabah dari lahan seluas 186 hektare.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, hadir langsung mendampingi Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara pemerintah, TNI, petani, dan berbagai pemangku kepentingan lain.

“Ketahanan pangan bukan sekadar soal produksi, tapi juga bagian dari pertahanan negara dan kesejahteraan rakyat. Karena itu, semua pihak harus terlibat aktif memperkuat sektor pertanian,” tegasnya.

Selain panen raya, rombongan juga meninjau hasil UMKM binaan Babinsa Kodim Kebumen serta menyaksikan demonstrasi traktor “siluman” yang dikendalikan dengan remote control. Inovasi teknologi ini dinilai menjadi jawaban atas keterbatasan tenaga kerja sekaligus tantangan perubahan iklim di sektor pertanian.

Menurut Setya Ari, Jawa Tengah memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional. Namun, potensi ini harus diimbangi dengan dukungan teknologi modern dan kebijakan tepat sasaran agar benar-benar memberi dampak bagi kesejahteraan petani dan kemandirian bangsa.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin menambahkan, upaya TNI dalam mendampingi petani adalah bentuk nyata implementasi Asta Cita Presiden RI yang menempatkan pangan sebagai prioritas strategis.

Capton Foto : Wakil Ketua DPRD Jateng, Setya Arinugroho bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin saat menghadiri panen raya di Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen. (Foto : Dok. Tim Setya Ari).

 

Harapan untuk Indonesia Tangguh

Pada kesempatan tersebut, Ari juga menyampaikan harapannya agar sinergi yang sudah terjalin di Jawa Tengah bisa menjadi model nasional. Apalagi, tantangan pangan ke depan semakin berat, dengan ancaman krisis pangan global yang diperkirakan akan berdampak ke banyak negara.

“Kalau semua pihak bersatu, Indonesia tidak hanya bisa swasembada, tapi juga tangguh menghadapi tantangan pangan global. Jawa Tengah siap menjadi garda terdepan untuk itu,” tegasnya.

Lebih jauh, Ari menekankan bahwa ketahanan pangan tidak boleh berhenti di tingkat produksi semata. Pemerintah daerah dan DPRD akan terus mendorong kebijakan yang mendukung distribusi hasil pertanian, akses pasar bagi petani, dan pengembangan teknologi tepat guna agar sektor pertanian semakin maju.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan dukungan penuh dari semua pihak, Jawa Tengah optimistis bisa menjadi teladan nasional dalam menjaga ketahanan pangan.

Comments are closed.