Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Peringatan UHC 2025, Pemerintah–BPJS Kesehatan Mantapkan Penguatan JKN

Tantangan Pembiayaan Jadi Fokus Penguatan JKN

METROJATENG.COM, JAKARTA – Pemerintah bersama BPJS Kesehatan kembali menegaskan komitmen memperkuat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam peringatan Universal Health Coverage (UHC) Day 2025.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Diskusi Publik bertema “Memaknai Peringatan Cakupan Kesehatan Semesta: Sehatkan Bangsa melalui Asta Cita” yang dihadiri jajaran menteri, organisasi profesi, serta pemerhati kebijakan kesehatan. Program JKN saat ini telah menjangkau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia.

Menko PMK Pratikno menyebut JKN sebagai ambisi besar negara untuk menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan merata. Namun ia mengingatkan bahwa tantangan pembiayaan semakin kompleks akibat inflasi alat kesehatan dan meningkatnya penyakit berbiaya katastropik.

“Kita harus bangga dengan capaian JKN, tetapi keberlanjutan finansial tetap menjadi pekerjaan besar. Efisiensi tanpa menurunkan kualitas layanan sangat penting,” ujar Pratikno.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat pencegahan penyakit tidak menular yang terus menjadi penyumbang terbesar biaya JKN.

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menambahkan bahwa UHC merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.

“UHC membuat masyarakat lebih sehat, berdaya, dan produktif. Tantangannya kini adalah menjaga keaktifan peserta, pemerataan layanan hingga wilayah terpencil, serta literasi kesehatan keluarga,” jelasnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan definisi UHC menurut WHO: layanan kesehatan berkualitas harus dapat diakses siapa pun tanpa hambatan finansial. Ia menjelaskan pembagian peran, di mana Kemenkes memastikan regulasi dan layanan promotif-preventif, sementara BPJS Kesehatan menjalankan pembiayaan layanan kuratif.

“Keseimbangan kuratif dan promotif-preventif harus dijaga. Tanpa pencegahan, beban biaya negara akan terus meningkat,” ujarnya.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti memaparkan berbagai inovasi untuk memperkuat layanan, termasuk Gerakan 3-3-5 untuk mendorong hidup sehat, BPJS Keliling, Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165.

“Peserta JKN telah mencapai 284,11 juta jiwa. Kami juga memperluas jejaring rumah sakit bergerak agar layanan semakin mudah dijangkau,” kata Ghufron.

Pakar dan pemerhati kebijakan turut memberi pandangan. Mantan Ketua Pansus UU BPJS Ahmad Nizar Shihab menilai JKN telah membentuk budaya solidaritas antarmasyarakat.

“Program JKN adalah peradaban baru berbasis gotong royong. Iuran peserta sehat membantu peserta yang sakit,” ujarnya.

Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menekankan pentingnya implementasi Inpres 1/2022 dan perlindungan bagi kelompok rentan, sementara Pakar Ekonomi Kesehatan Hasbullah Thabrany mengingatkan bahwa UHC merupakan amanat konstitusi.

“Ini bukan sekadar capaian, tetapi kewajiban negara menjamin hak kesehatan setiap warga,” tegasnya.

Peringatan UHC Day 2025 menjadi momentum refleksi bersama bahwa keberhasilan JKN harus terus dijaga melalui sinergi pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat.(*)

Comments are closed.