Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Gus Nasrul di Sukamara: Maulid Nabi Otomatis Ikut Membangun Negara

METROJATENG.COM, SUKAMARA- Suasana Masjid Agung Sukamara, Kalimantan Tengah, Selasa (17/9/2025) malam, dipenuhi ribuan jamaah. Puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini terasa istimewa karena menghadirkan penceramah nasional, DR KH Nasrulloh Afandi, Lc, MA atau akrab disapa Gus Nasrul.

Ketua Pimpinan Pusat Persatuan Guru NU sekaligus Wakil Ketua Komisi Kerukunan Antarumat Beragama MUI Pusat itu mengingatkan bahwa Maulid Nabi bukan hanya perayaan spiritual. Menurutnya, dalam setiap acara peringatan Maulid terkandung nilai kebangsaan yang ikut memperkuat pilar-pilar sebuah negara.

“Seperti sudah maklum di kalangan umat Islam, ada empat pilar membangun bangsa: ilmunya ulama, adilnya pejabat, dermawannya orang berharta, dan doa orang fakir miskin,” tegas Gus Nasrul, pakar Maqashid Syariah Indonesia itu.

Ia menjelaskan, keempat pilar tersebut selalu hadir dalam perayaan Maulid Nabi. Ulama menyampaikan ilmu lewat ceramah, para pejabat hadir dan belajar berlaku adil di depan publik, orang berharta ikut menyumbang, sementara doa fakir miskin menyempurnakan keberkahan acara.

“Otomatis acara peringatan Maulid Nabi menjadi sarana menuangkan ilmu ulama. Bahkan pejabat yang biasanya jarang hadir, kali ini belajar adil di depan masyarakat,” tutur Gus Nasrul disambut tawa jamaah.

Ia mencontohkan perayaan di Sukamara yang dibiayai pemerintah daerah, lengkap dengan fasilitas antar jemput bagi masyarakat. Hal ini menurutnya menunjukkan kuatnya peran umara dalam menjaga tradisi keagamaan.

Selain itu, lanjutnya, dermawan setempat juga berperan besar mendukung jalannya acara. Sementara di sisi lain, masyarakat kecil yang ikut hadir membawa doa tulus untuk keselamatan bangsa.

“Jelaslah, memperingati Maulid Nabi bukan sekadar ibadah, tetapi sekaligus ikut membangun dan menjaga stabilitas negara,” ujarnya.

Gus Nasrul juga menilai peringatan Maulid di Indonesia paling semarak dibanding negara lain. Bahkan hingga jauh setelah 12 Rabiul Awwal, masyarakat di berbagai daerah, termasuk pedalaman Kalimantan, masih merayakannya dengan gegap gempita.

“Apalagi hampir semua peringatan Maulid di Indonesia digelar kalangan Islam moderat, dengan ceramah yang menyejukkan ruang publik, bukan provokatif,” pungkas alumnus Pesantren Lirboyo Kediri itu.

Sementara itu, Bupati Sukamara H Masduki, ST yang hadir bersama jajaran Forkopimda menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gus Nasrul. Ia menegaskan pentingnya masyarakat modern berpegang teguh pada akhlak Nabi Muhammad SAW agar selamat dunia dan akhirat.(ris)

Comments are closed.