Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Kampanye Digital Cakrabuana Ajak Masyarakat Kenali Potensi Kampung Batik Semarang

 

METROJATENG.COM, SEMARANG- Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) menggelar kampanye digital bertajuk Cakrabuana sebagai implementasi mata kuliah Relasi Internal dan Eksternal yang diampu oleh Arif Hidayat, S.I.Kom., M.I.Kom. Kampanye ini mengangkat Kampung Batik Semarang sebagai fokus utama dengan tujuan memperkenalkan lebih luas satu-satunya kampung batik yang ada di Kota Semarang kepada masyarakat melalui media digital.


Ketua Kampanye Cakrabuana, Salma Alya Wibowo, menjelaskan bahwa kampanye tersebut hadir untuk memperkuat eksistensi sekaligus memperluas jangkauan potensi Kampung Batik Semarang di era digital.


“Kami ingin lebih banyak orang tahu bahwa Semarang punya kampung batik yang masih hidup dan terus berkembang. Lewat kampanye ini, kami berusaha menjadi jembatan antara komunitas kampung dan publik yang lebih luas,” ujar Salma.


Melalui berbagai konten digital yang informatif dan kreatif, tim Cakrabuana berupaya mengangkat nilai budaya, sejarah, serta aktivitas masyarakat yang terus menjaga keberlangsungan tradisi membatik di Kampung Batik Semarang.


Pengelola Kampung Batik Semarang, Luwiyanto, menyambut baik inisiatif mahasiswa USM tersebut. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi fondasi penting dalam membangun kebersamaan dan kemajuan kampung.


Ia menjelaskan bahwa selama ini Kampung Batik Semarang telah membangun komunikasi yang erat antarwarga melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis), yang berfungsi sebagai wadah untuk mempererat hubungan sosial sekaligus menggali berbagai potensi yang dimiliki kampung.


“Komunikasi antarwarga itu sangat penting dalam mempererat kebersamaan warga,” kata Luwiyanto.


Selain memperkuat relasi internal, Kampung Batik Semarang juga aktif menjalin hubungan dengan berbagai pihak eksternal. Salah satunya melalui kerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Semarang guna memperoleh wawasan dan arah pengembangan kampung ke depan.


Luwiyanto berharap kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa, dapat terus berlanjut sehingga keberadaan Kampung Batik Semarang semakin dikenal luas dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sekitar.


“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut, sehingga Kampung Batik Semarang semakin dikenal dan memberi manfaat nyata bagi warganya,” pungkasnya.


Melalui kampanye Cakrabuana, mahasiswa Ilmu Komunikasi USM tidak hanya mengimplementasikan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui pendekatan komunikasi digital yang relevan dengan perkembangan zaman.(ris)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.