Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Pegadaian dan OJK Edukasi Mahasiswa, Gen Z Diminta Waspadai Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Kemudahan akses layanan keuangan berbasis digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berinvestasi dan mengelola keuangan. Namun di balik peluang tersebut, ancaman investasi ilegal, pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga berbagai modus penipuan digital juga semakin mengintai, terutama bagi kalangan mahasiswa.

Menjawab tantangan tersebut, PT Pegadaian (Persero) melalui Pegadaian Peduli bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar talkshow literasi keuangan bertajuk Financial Literacy on The Way (FLOW): Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini. Kegiatan yang menyasar lingkungan perguruan tinggi ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman keuangan yang lebih baik agar mampu mengambil keputusan finansial secara bijak dan bertanggung jawab.

Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Purwokerto, Yuly Arsianty, mengatakan mahasiswa, khususnya generasi Z, merupakan kelompok yang cukup rentan terpapar investasi bodong maupun pinjaman online ilegal. Tingginya intensitas penggunaan teknologi digital membuat anak muda lebih mudah mengakses berbagai produk keuangan, tetapi belum tentu memahami legalitas dan risikonya.

“Program ini merupakan inisiasi OJK untuk masuk ke lingkungan kampus. Sebagian besar mahasiswa adalah Gen Z yang perlu dibekali pemahaman agar tidak terlibat investasi bodong, pinjol ilegal, atau produk keuangan di luar legalitas yang aman,” kata Yuly.

Menurutnya, tidak sedikit generasi muda yang tertarik mencoba instrumen investasi dengan iming-iming keuntungan besar tanpa terlebih dahulu memastikan izin usaha dan pengawasan dari otoritas yang berwenang.

“Teman-teman Gen Z ini sering kali penasaran dan ingin mencoba sesuatu yang baru. Kadang aspek legalitas justru terabaikan karena tergiur imbal hasil besar. Melalui edukasi literasi keuangan ini, kami ingin memberikan pemahaman sekaligus alternatif investasi yang lebih aman,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan materi mengenai pengelolaan anggaran pribadi, pengaturan arus kas, pentingnya dana darurat, hingga perencanaan keuangan jangka panjang. Peserta juga diajak memahami berbagai instrumen investasi sesuai profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing.

Pegadaian turut memperkenalkan investasi emas sebagai salah satu pilihan pengelolaan dana yang dinilai relatif aman, mudah diakses, dan dapat dimulai dengan nominal yang terjangkau.

Yuly menilai fluktuasi harga emas tidak seharusnya menjadi alasan untuk menunda investasi. Menurutnya, kondisi harga yang sedang mengalami penyesuaian justru dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk mulai menabung emas.

“Saat harga turun, kenapa tidak mulai dari sekarang. Harganya sedang cukup aman, ini saat yang tepat untuk menabung emas,” katanya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk mengubah kebiasaan keuangan dari pola menghabiskan sisa pendapatan menjadi menyisihkan sebagian dana secara rutin, baik untuk investasi maupun pembentukan dana darurat.

OJK Ingatkan Jangan FOMO Soal Investasi

Sementara itu, Kepala OJK Purwokerto, Dinavia Tri Riandari, mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah mengikuti tren investasi yang sedang viral di media sosial tanpa memastikan legalitas dan lembaga pengawasnya.

“Kemudahan akses digital memang membuka banyak peluang, tetapi jangan sampai kita FOMO. Jangan asal mengakses investasi yang ternyata ilegal,” ujarnya.

Dinavia juga menyoroti maraknya modus penipuan digital melalui tautan atau link scam yang kini banyak disebarkan melalui pesan singkat, media sosial, hingga platform belanja daring.

“Jangan mudah mengklik link yang tidak jelas asal-usulnya. Banyak tautan yang menawarkan pekerjaan, hadiah, atau promo belanja online, padahal ujung-ujungnya merupakan penipuan,” tegasnya.

Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero), Eka Pebriansyah, menambahkan bahwa literasi keuangan merupakan bekal penting bagi generasi muda untuk membangun masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera.

Melalui program Financial Literacy on The Way, Pegadaian berkomitmen memperluas literasi dan inklusi keuangan dengan menghadirkan edukasi yang praktis, relevan, serta mudah dipahami. Selain sesi diskusi interaktif, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mencetak Duta Literasi Keuangan yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menyebarkan budaya pengelolaan keuangan sehat di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Dengan semakin masifnya edukasi keuangan di kalangan mahasiswa, Pegadaian dan OJK berharap lahir generasi muda yang tidak hanya melek finansial, tetapi juga memiliki kemampuan membangun ketahanan ekonomi pribadi serta lebih siap menghadapi berbagai tantangan keuangan di masa depan.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.