Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

ICCONSIST 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Akademisi, 31 Negara Bahas Peran Hukum di Tengah Perubahan Global

METROJATENG,COM, SEMARANG – Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (FH UNNES) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional melalui penyelenggaraan The 4th International Conference on Law, Conservation and Sustainable Development (ICCONSIST) 2026. Konferensi yang mengangkat tema “Law in a Changing World: Advancing Sustainability, Justice, and Good Governance” tersebut menjadi salah satu agenda dalam rangkaian Dies Natalis Fakultas Hukum UNNES.

Digelar di Grand Candi Hotel Semarang, Rabu (24/6), konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, dan praktisi hukum dari berbagai belahan dunia untuk mendiskusikan peran hukum dalam menjawab tantangan perubahan global.

Dekan Fakultas Hukum UNNES, Prof. Dr. Ali Masyhar Mursyid, S.H., M.H., mengatakan penyelenggaraan ICCONSIST ke empat tahun ini mendapat respons yang sangat positif dari komunitas akademik internasional. Sebanyak 140 peserta dari 31 negara mengikuti konferensi tersebut.

Menurut Ali, tingginya partisipasi peserta menunjukkan semakin besarnya perhatian dunia akademik terhadap isu-isu hukum yang berkaitan dengan keberlanjutan, keadilan, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Animo peserta sangat tinggi. Bahkan karena keterbatasan kapasitas, kami terpaksa menghentikan pendaftaran lebih awal. Ini menunjukkan bahwa ICCONSIST semakin mendapat tempat sebagai forum akademik internasional yang diperhitungkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tema yang diangkat pada tahun ini berangkat dari kenyataan bahwa dunia sedang mengalami perubahan yang berlangsung sangat cepat. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, dinamika ekonomi global, hingga tantangan lingkungan hidup menuntut hukum untuk terus beradaptasi.

Karena itu, hukum tidak boleh hanya menjadi instrumen yang mengikuti perubahan, tetapi juga harus mampu memberikan arah dan solusi bagi berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

“Hukum harus menjadi bagian dari solusi. Ketika dunia berubah, hukum juga harus mampu menyesuaikan diri agar tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ali menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan komitmen UNNES dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus mewujudkan visi sebagai universitas bereputasi dunia. Dalam konteks Fakultas Hukum, komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan kajian hukum yang menempatkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan keberlanjutan sebagai fondasi utama.

Selain menjadi ruang diskusi ilmiah, ICCONSIST juga menjadi wadah strategis untuk memperluas jejaring kerja sama akademik lintas negara. Para peserta tidak hanya mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga bertukar pengalaman dan perspektif mengenai berbagai isu hukum yang berkembang di negara masing-masing.

Hasil-hasil penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi ini selanjutnya akan difasilitasi untuk dipublikasikan melalui berbagai jurnal ilmiah yang dikelola Fakultas Hukum UNNES.

Saat ini, FH UNNES memiliki 11 jurnal ilmiah yang menjadi sarana publikasi bagi para akademisi. Keunggulan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat ICCONSIST semakin diminati setiap tahun.

“Kami ingin konferensi ini tidak berhenti pada forum diskusi semata, tetapi menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas dan dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu hukum,” jelas Ali.

Lebih jauh, ia berharap forum internasional seperti ICCONSIST dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan perspektif hukum Indonesia kepada dunia. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan pemikiran hukum yang tidak kalah dengan negara-negara lain dan layak menjadi referensi dalam pengembangan hukum global.

Melalui konferensi ini, FH UNNES ingin mengambil peran dalam membangun dialog akademik internasional sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam menciptakan sistem hukum yang mendukung keberlanjutan, keadilan, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Dengan keterlibatan peserta dari 31 negara, ICCONSIST 2026 tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan, tetapi juga menjadi bukti semakin kuatnya posisi Fakultas Hukum UNNES dalam jejaring akademik hukum di tingkat internasional. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.