Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Mahasiswa KKN Tim II Undip Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 1 dan SDN 2 Pandak Sragen

METROJATENG.COM, SRAGEN- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2026 terus menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan melalui program edukasi pencegahan perundungan (bullying). Salah satu program tersebut digelar di SDN 1 Pandak dan SDN 2 Pandak, Desa Pandak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen.

Program kerja ini diinisiasi oleh Siti Zahra Hanna Saleha, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan kesadaran hukum sekaligus memperkuat perlindungan hak-hak anak di lingkungan sekolah.

Sosialisasi dilaksanakan di SDN 1 Pandak pada Jumat (31/7/2026) dan dilanjutkan di SDN 2 Pandak pada Senin (3/8/2026). Kegiatan menyasar siswa sekolah dasar agar memahami sejak dini bahaya perundungan yang masih kerap terjadi, baik dalam bentuk verbal, fisik, maupun sosial.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, hingga langkah yang harus dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak.

“Anak-anak usia sekolah dasar sebenarnya sudah sering mengalami atau melihat tindakan bullying di sekitar mereka. Namun, masih banyak yang belum menyadari bahwa tindakan tersebut tidak boleh dibiarkan. Melalui sosialisasi ini, kami ingin membekali mereka dengan pemahaman mengenai hak untuk merasa aman dan dihargai, sekaligus mendorong mereka agar berani bercerita kepada guru maupun orang tua apabila mengalami atau menyaksikan perundungan,” ujar Siti Zahra Hanna Saleha.

Agar penyampaian materi lebih menarik, mahasiswa KKN mengemas kegiatan secara interaktif melalui pemaparan materi, sesi tanya jawab, permainan edukatif, hingga simulasi sederhana tentang cara mengenali dan merespons tindakan bullying secara tepat.

Suasana sosialisasi berlangsung penuh antusias. Para siswa aktif menjawab pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Guru pendamping di kedua sekolah juga mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu menanamkan nilai saling menghormati dan membangun karakter positif sejak usia dini.

Selain memberikan edukasi kepada siswa, kegiatan ini juga membuka ruang komunikasi antara siswa, guru, dan mahasiswa KKN dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Siti berharap sosialisasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi bekal yang terus diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, program ini dapat terus diingat dan diterapkan oleh siswa. Sekolah yang bebas dari bullying akan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sehingga mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” tambahnya.

Melalui program ini, Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2026 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran hukum dan perlindungan anak di Desa Pandak. Edukasi sejak dini diharapkan mampu membentuk generasi yang lebih peduli, saling menghargai, serta berani menolak segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.(ris)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.