47 Persen Lulusan PUtech Langsung Terserap Kerja, Menteri PU Titip Pesan Jaga Integritas
Wisuda ke-5 PUtech, Luluskan 230 Tenaga Terampil Dunia Konstruksi
METROJATENG.COM, SEMARANG – Wisuda bukan menjadi garis akhir bagi 230 lulusan Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech). Sebanyak 47 persen di antaranya sudah terserap di dunia kerja, sementara lulusan lainnya mulai membidik peluang kerja di industri konstruksi.
Ir. Iriandi Azwartika, Sp-1
Wakil Direktur II Politeknik Pekerjaan Umum, meyampaikan angka tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-5 PUtech Tahun 2026 di Kampus 2 PUtech, Semarang, Sabtu (19/9).
“Di tengah kebutuhan tenaga terampil untuk pembangunan infrastruktur, para lulusan PUtech tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga praktek lapangan yang menunjang kerja lulusan PUtech”, tegasnya.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo yang hadir dalan acara wisuda, juga menitipkan satu bekal yang dinilai tak kalah penting, yakni integritas.
“Hari ini bukanlah akhir perjalanan Saudara, melainkan awal dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Dody saat melepas para lulusan.
Dody meminta para lulusan menjaga integritas moral dan profesional sejak memasuki dunia kerja. Menurutnya, kualitas pekerjaan konstruksi tidak hanya ditentukan kemampuan teknis, tetapi juga tanggung jawab dan kejujuran para tenaga profesional di lapangan.
Ia juga mendorong lulusan PUtech tidak berhenti belajar. Perkembangan teknologi konstruksi menuntut tenaga kerja yang adaptif, termasuk dalam penguasaan Building Information Modeling (BIM) dan Internet of Things (IoT).
“Perkuat integritas, jaga profesionalisme, memiliki semangat belajar sepanjang hayat, serta terus mengasah kemampuan adaptif dan kolaboratif,” pesannya.
Sebanyak 230 lulusan yang diwisuda berasal dari tiga program studi. Terdiri atas 72 lulusan Teknologi Konstruksi Bangunan Air, 82 lulusan Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan, serta 76 lulusan Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung.
Direktur PUtech Brawijaya mengatakan, tingginya serapan lulusan tidak lepas dari pola pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada pengalaman praktik. Komposisi pembelajaran di PUtech mencapai 70 persen praktik dan 30 persen teori.
Selain itu, mahasiswa menjalani magang dan kerja praktik selama enam bulan bersama Kementerian PU, dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja. Mereka juga dibekali sertifikasi kompetensi konstruksi.
Brawijaya menyebut, selain 47 persen yang telah terserap di dunia kerja, 57 wisudawan masih mengikuti proses seleksi di sejumlah kontraktor BUMN.
“Melangkahlah dengan percaya diri, tetaplah rendah hati, jaga integritas, dan jadikan ilmu serta keterampilan yang Saudara miliki sebagai bekal untuk memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Brawijaya.
Ia berharap para lulusan mampu membawa kompetensi yang diperoleh selama di kampus ke dunia profesional sekaligus terus mengembangkan kemampuan.
Bagi 230 wisudawan, hari itu bukan sekadar mengenakan toga dan menerima ijazah. Setelah melewati pendidikan vokasi yang sarat praktik, mereka kini bersiap memasuki dunia kerja dan mengambil bagian dalam pembangunan infrastruktur nasional.
Di sanalah pesan Menteri PU tentang integritas akan diuji—bukan hanya di ruang kelas, tetapi di tengah proyek, pekerjaan, dan tanggung jawab yang mereka emban. (*)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.