Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Panen Gadu 2025 Diproyeksi Melimpah, Indonesia Naik Jadi Produsen Beras ke-4 Dunia

METROJATENG.COM, JAKARTA – Kabar gembira datang dari sektor pertanian. Musim tanam gadu tahun ini diprediksi membawa panen padi lebih melimpah dibanding tahun lalu. Optimisme ini tidak hanya lahir dari pengamatan lapangan, tapi juga diperkuat data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat potensi kenaikan produksi signifikan pada Juli–September 2025.

BPS memproyeksikan luas panen padi pada periode tersebut mencapai 3,07 juta hektare, naik lebih dari 11 persen dibanding tahun lalu. Dengan luas panen itu, potensi produksi Gabah Kering Giling (GKG) diprediksi tembus 15,76 juta ton, atau bertambah sekitar 1,59 juta ton dibanding 2024.

Jika diolah menjadi beras konsumsi, jumlahnya diperkirakan mencapai 9,08 juta ton, naik lebih dari 11 persen dibanding tahun lalu. Secara total, sejak Januari hingga September 2025, produksi beras nasional diperkirakan menyentuh angka 28,24 juta ton.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Yudi Sastro, menegaskan hasil positif ini tidak terlepas dari kesiapan petani dan dukungan pemerintah. “Panen gadu tahun ini momentum penting. Selain menjaga pasokan beras nasional, petani juga diuntungkan dengan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah baru yang ditetapkan Rp6.500 per kilogram,” ujarnya.

Musim gadu, yang berlangsung antara Mei hingga Agustus, memang kerap menjadi penentu dalam menjaga ketersediaan beras nasional. Stabilitas air irigasi dan pemakaian benih unggul membuat hasil panen lebih terjaga.

Sejumlah petani di daerah sentra produksi mulai merasakan manfaatnya. Sutrisno, petani asal Klaten, mengaku panennya tahun ini lebih melimpah dibanding tahun lalu. Sementara itu, Hadianto di Purwakarta menyebut penggunaan mesin panen bantuan pemerintah sangat mengurangi biaya produksi. Dari Jombang, Budino bersyukur sawahnya kini lebih terkendali dari serangan hama. “Produksi meningkat, harga gabah pun menguntungkan,” tuturnya.

Indonesia Kian Diperhitungkan Dunia

Tak hanya di tingkat nasional, prestasi Indonesia juga diakui dunia. Food and Agriculture Organization (FAO) dalam laporan terbaru Food Outlook – Global Food Markets (Juni 2025) menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat di dunia.

Produksi beras Indonesia musim tanam 2025/2026 diproyeksikan mencapai 35,6 juta ton, naik 4,5 persen dari musim sebelumnya. Indonesia hanya kalah dari India, China, dan Bangladesh—tiga negara raksasa produsen beras dunia.

Dengan capaian ini, posisi Indonesia semakin kuat sebagai salah satu lumbung pangan dunia, sekaligus bukti nyata kontribusi petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Comments are closed.