Dukung Investasi Pariwisata Jateng, Pemda Diminta Membuat Paket Wisata Menarik Bagi Wisatawan
METROJATENG.COM, SEMARANG – Investasi di sektor pariwisata di Jawa Tengah memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung pendapatan daerah (PAD). Hal ini dikarenakan Jawa Tengah memiliki banyak destinasi wisata yang menarik, seperti pantai, kuliner, wisata sejarah maupun religi yang bisa dimaksimalkan.
Penegasan ini disampaikan Sekertaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno dalam Talk Show Terbatas Meniti Wisata Sejarah : Jawa Kalungan Wesi , menguatkan ekonomi di wilayah Joglo Semar melalui integrasi Wisata Sejarah dan Konektivitas Kereta Api, Jumat (25/7/2025) di Lawang Sewu Semarang.
Hadir dalam acara tersebut sebagai nara sumber Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, KGPAA Mangkoenagoro X Gusti Bree, Youtuber Asisi Suhariyanto; Kepala DAOP IV PT KAI, Daniel Johannes Hutabarat.
Diakui Sumarbi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah banyak ditopang dari sektor konsumsi. Untuk meningkatkan konsumsi, pintu yang paling pas adalah mendatangkan orang masuk untuk berwisata di Jawa Tengah. Pintu pariwisata menjadi titik strategis, apalagi potensi wisata di Jawa Tengah cukup banyak baik dari sisi destinasi sejarah, kuliner, pantai, religi, destinasi alam dan lainnya.
“Permasalahannya bagaimana menjual paket wisata tersebut dengan baik. Untuk itu saya meminta Penda untuk membuat paket-paket wisata yang mampu mendatangkan para wisatawan ke Jateng. Jika banyak wisatawan ke Jateng tentunya akan menambah pendapatan daerah,” jelas Sumarno.
Banyak sekali objek wisata di Jateng yang tidak kalah menarik dengan Bali, misalnya wilayah Pantai Selatan di daerah Kebumen ada Pantai Ayah, Pantai Karang bolong Pantai Menganti dan lainnya yang sangat menarik untuk dikunjungi.
“Masalahnya promosi dan informasi, konektivitas dan pemaketan wisata belum optimal. Kami melakukan kolaborasi dengan Pemda-Pemda untuk menambah infrastruktur jalan provinsi menuju lokasi wisata untuk memudahkan akses wisatawan masuk,” tambahnya
Penambahan ini penting karena kabupaten/kota itu PAD-nya banyak ditopang dari hunian hotel, transportasi dan UMKM yang, sehingga wisata ini menjadi prioritas.
“Wisata sejarah Sangiran misalnya, secara branding sudah internasional sehingga kita tinggal bagaimana mengembangkannya untuk menjadi bagian dari Jasirah wisata sejarah dan tinggal bagaimana mempromosikan, bagaimana memaketkan, bagaimana supaya orang itu masih tertarik untuk mengunjungi Sangiran,” katanya.
Salah satu cara unruk mendorong wisatawan mengunjungi Sangiran, misalnya Pemda menggelar evens Sport Tourism, seperti lari maraton yang bisa mendatangkan banyak orang .
“Saya mendorong semua kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah ini minimal ada satu event. Jadi dengan event tersebut orang akan datang. Event tersebut bisa dipaketkan dengan wisata kereta. Selama perjalanan dengan kereta masyarakat bisa mengunjungi objek wisata sejarah lainnya,” katanya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng Rahmat Dwisaputra menyampaikan BI membuat Jasirah Race untuk memudahkan masyarakat berwisata ke Jateng.
Menurutnya banyak objek wisata bersejarah yang dapat dikunjungi dengan menggunakan kereta api yang sudah ada pada jaman peninggalan kolonial Belanda.
“Jalur kereta yang melingkari Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta sudah ada. Jadi sayang kalau tidak dioptimalkan penggunaannya,” ungkap Rahmat yang ingin pariwisata Jateng maju.
Guna meningkatkan pariwisata di Jateng inilah BI berkolaborasi dengan Pemrov Jateng, PT KAI, Garuda Indonesia, Gojek dan lainya menggelar lomba Jasirah Race. Perlombaan menelusuri jalur wisata, kuliner dan situs sejarah yang ada di Jawa Tengah menggunakan jalur kereta api akan mengunjungi setiap kota lima kota yang menjadi pusat sejarah dan kuliner Semarang, Tegal, Purwokerto, Solo dan Jogja.
Sementara itu KGPAA Mangkoenagoro X; Sekda Provinsi Jawa Tengah, Bapak Sumarno; Youtuber Asisi Suhariyanto; Kepala DAOP IV PT KAI, Daniel Johannes Hutabarat, dan dimoderatori oleh influencer Timothy Marbun.
Bersamaan dengan hal tersebut
Gusti Bree menyampaikan ada tiga pintu masuk wisata di Jateng-DIY yakni Semarang, Solo dan Yogja. Tiga pitu masuk ini sudah terkoneksi dengan kereta api, jadi memudahkan wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata yang ada di Jateng-DIY.
Menurutnya pariwisata itu urgensinya adalah bagaimana bisa menarik perputaran ekonomi ke titik yang paling jauh. Jadi konektivitas itu harus ada. Solo misalnya, dari Solo ke Karanganyar, dari Karanganyar ke Wonogiri, dari Wonogiri ke Boyolali dan seterusnya. Begitu juga seperti di Bali, dari Bali masuk ke Lombok, Sumba, NTT, NTB dan sebagainya.
“Jadi tiga kota ini di Jawa Tengah bisa menjadi titik yang sangat sangat kuat bagi wisatawan untuk mengunjungi Jateng-DIY,” katanya.
Selain menggelar Talkshow Terbatas bertajuk “Meniti Wisata Sejarah: Jawa Kalungan Wesi” pada 25 Juli 2025 yang menyoroti peran strategis moda kereta api sebagai tulang punggung konektivitas wilayah, khususnya dalam mendukung integrasi logistik, mobilitas masyarakat, dan pengembangan ekosistem wisata sejarah di kawasan Joglosemarkarto (Yogyakarta–Surakarta–Semarang–Purwokerto dan sekitarnya)., KPwBI Provinsi Jawa Tengah menggandeng Perpustakaan Kota Semarang juga menyelenggarakan program GENIUS (Gerakan Ekudiasi dan literasI Sekolah).
Program ini berupa pembukaan corner perpustakaan dan program edukasi kebijakan Bank Indonesia terkini dan Whats on Library.
Adapun sosialisasi yang dilakukan, yaitu: QRIS, Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah, Perlindungan Konsumen, serta Sosialisasi Perpustakaan KPwBI Provinsi Jawa Tengah dan Perpustakaan Kota Semarang. Sasaran sosialisasi ini adalah siswa SMP di Kota Semarang untuk mendorong digitalisasi keuangan, mengetahui ciri-ciri keaslian uang rupiah, melindungi hak-hak konsumen dan mencegah tindak kejahatan keuangan, serta meningkatkan literasi siswa. KPwBI juga turut memberikan bantuan pemberian 240 buku layak pakai kepada Perpustakaan Kota Semarang untuk mendorong literasi anak-anak dan masyarakat di Kota Semarang.
Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan kebersamaan, Jasirah Race 2025 diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendorong penguatan interkonektivitas kereta api sebagai tulang punggung konektivitas wilayah dan pengungkit pertumbuhan ekonomi lokal berbasis pariwisata sejarah. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menghadirkan pengalaman wisata yang autentik dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat digitalisasi sistem keuangan melalui implementasi QRIS, meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap hak-hak konsumen dan upaya pencegahan tindak kejahatan keuangan, serta memperluas literasi generasi muda melalui berbagai program edukatif dari KPwBI Provinsi Jawa Tengah. (*)
Comments are closed.