Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

“SI ABU NAWAS”, Inovasi Cerdas Atasi Masalah Sampah di Pasar Rakyat Ajibarang

BERITA ADVETORIAL

METROJATENG.COM, BANYUMAS – Suasana pasar tradisional yang ramai, penuh interaksi antara pedagang dan pembeli, seharusnya menjadi wajah ekonomi rakyat yang menggembirakan. Namun, ada satu persoalan klasik yang kerap membuat pasar tradisional terkesan kumuh, sampah yang menumpuk di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Inilah yang selama ini menjadi keluhan pedagang dan pengunjung Pasar Rakyat Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Tumpukan sampah yang meluber dari TPS bukan hanya merusak estetika, tetapi juga memicu bau menyengat hingga menimbulkan potensi gangguan kesehatan.

Masalah kebersihan pasar bukan sekadar urusan petugas kebersihan, tetapi menyangkut kenyamanan ribuan orang yang beraktivitas setiap harinya. Menyadari urgensi itu, Agus Mulyono, S.E., Kepala UPTD Pasar Wilayah Banyumas Barat sekaligus pengelola Pasar Rakyat Ajibarang, menghadirkan sebuah terobosan bernama “SI ABU NAWAS” (CCTV Sebagai Alat Bantu Pengawasan).

Inovasi ini lahir melalui program aksi perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan III Tahun 2025 yang diselenggarakan BPSDMD Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Pemkab Banyumas. Dengan konsep sederhana namun tepat sasaran, SI ABU NAWAS menggunakan teknologi kamera CCTV untuk memantau aktivitas kebersihan di area TPS.

“Tujuan kami bukan menakut-nakuti petugas kebersihan, melainkan menciptakan sistem pengawasan yang adil dan transparan. Dengan rekaman CCTV, semua pihak bisa dievaluasi kinerjanya secara obyektif,” ujar Agus.

Caption Foto : Sosialisasi SI ABU NAWAS kepada para pedagang pasar. (Foto : Dok. Pengelola Pasar).

 

Dari Sosialisasi hingga Implementasi Nyata

Langkah implementasi dimulai pada 15 Juli 2025 dengan pemasangan CCTV di TPS Pasar Rakyat Ajibarang. Uji coba dilakukan seminggu kemudian di hadapan para stakeholder, mulai dari Camat Ajibarang, Kepala Puskesmas, Kepala Desa, hingga aparat keamanan setempat.

Tidak berhenti di situ, sosialisasi kepada pedagang juga digelar. Banner pemberitahuan dipasang, informasi disiarkan lewat pengeras suara, sehingga seluruh pihak memahami tujuan dan manfaat inovasi ini.

Hadirnya SI ABU NAWAS membawa dampak bertahap:

  • Jangka pendek: meningkatkan kedisiplinan petugas kebersihan. Dengan adanya rekaman CCTV, mereka lebih bertanggung jawab dalam menjaga area TPS tetap rapi.

  • Jangka menengah: mendorong KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) pengangkut sampah untuk bekerja lebih optimal, memastikan seluruh sampah pasar diangkut setiap hari. Masuknya sampah rumah tangga dari luar pasar pun dapat diminimalisasi.

  • Jangka panjang: menjadikan SI ABU NAWAS sebagai model pengelolaan kebersihan pasar yang dapat diterapkan di Pasar Rakyat Wangon, Cilongok, hingga seluruh pasar rakyat di Kabupaten Banyumas.

Kebersihan pasar tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengunjung, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pembeli. Pasar yang bersih membuat pengunjung betah, pedagang lebih mudah menarik pembeli, dan roda ekonomi rakyat berputar lebih sehat.

Lebih dari itu, langkah inovatif ini juga mengangkat citra pasar tradisional sebagai ruang belanja yang modern, tertata, dan tidak kalah nyaman dengan pusat perbelanjaan modern.

Keberhasilan SI ABU NAWAS tentu tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan dukungan semua pihak — mulai dari pengelola, petugas kebersihan, pedagang, hingga masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, Pasar Rakyat Ajibarang diharapkan mampu menjadi contoh nyata bagaimana teknologi sederhana bisa membawa perubahan besar.

“Jika pasar bersih, maka yang diuntungkan bukan hanya pengunjung dan pedagang, tapi seluruh masyarakat. Inilah langkah kecil menuju perubahan besar,” tutup Agus optimistis.

Dengan SI ABU NAWAS, wajah Pasar Rakyat Ajibarang perlahan berubah: lebih bersih, nyaman, sehat, dan ramah bagi siapa pun yang datang. Dan jika berhasil meluas ke pasar lain, Banyumas bisa menjadi pelopor daerah dengan pasar tradisional terbersih di Jawa Tengah.

Comments are closed.