Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Dari Bengkel Sekolah, Siswa SMK Harapan Mulya Kendal Belajar Jadi Mekanik Sekaligus Pengusaha

METROJATENG.COM, KENDAL — Mengganti oli, membongkar mesin hingga menangani keluhan pelanggan kini menjadi bagian dari keseharian siswa SMK Harapan Mulya Kendal. Namun, pengalaman mereka di bengkel sekolah tidak berhenti pada urusan teknis.

Melalui program Enduro Home Service (EHS) dari PT Pertamina Lubricants, para siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) juga belajar bagaimana melayani konsumen dan menjalankan sebuah usaha bengkel.

Aktivitas itu terlihat saat awak media mengikuti media visit di SMK Harapan Mulya, Jalan Soekarno-Hatta, Kendal, Rabu (16/9/2026).

Bengkel Speed Karya, yang menjadi bagian dari program tersebut, dibuka untuk masyarakat umum. Di tempat ini, siswa tidak hanya berlatih memperbaiki kendaraan, tetapi juga belajar menghadapi pelanggan secara langsung.

Mulai dari menyambut konsumen, menggali kebutuhan kendaraan, mencatat pekerjaan melalui surat perintah kerja (SPK), melakukan servis, hingga menangani keluhan pelanggan.

Kepala SMK Harapan Mulya, Rikha Imaniarti, mengatakan keberadaan EHS memberikan pengalaman berbeda dalam proses pembelajaran siswa.

“Alhamdulillah, ini menjadi syukur yang luar biasa bagi kami. Kedatangan tim Pertamina menjadi semangat baru bagi keluarga besar SMK Harapan Mulya,” tuturnya.

Menurutnya, EHS tidak hanya memperkuat kemampuan mekanik siswa, tetapi juga memperkenalkan dunia kewirausahaan sejak di bangku sekolah.

“Program ini lebih menekankan kepada kewirausahaan. Jadi anak-anak tidak hanya disiapkan untuk bekerja, tetapi juga bagaimana mereka bisa berwirausaha,” ujarnya.

Perkembangan usaha bengkel tersebut juga terlihat dari omzet yang terus meningkat. Saat mulai beroperasi pada 2022, omzet EHS berada di kisaran Rp12 juta. Sementara itu, dalam periode Januari hingga Agustus 2026, omzet yang dibukukan telah mencapai sekitar Rp102 juta.

Pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar siswa dalam mengenal bagaimana sebuah unit usaha dikelola secara langsung.

“Anak-anak mendapatkan fasilitas sekaligus pengalaman untuk belajar secara nyata di masyarakat,” kata Rika.

Pengalaman tersebut juga melengkapi berbagai prestasi yang diraih SMK Harapan Mulya, di antaranya di bidang production unit, kewirausahaan dan kompetensi mekanik.

Tak hanya di lingkungan sekolah, siswa dan guru juga mendapat kesempatan mengikuti berbagai agenda Pertamina, termasuk menyaksikan langsung ajang MotoGP di Sepang, Malaysia.

Tak Hanya Bongkar Mesin

Kepala Jurusan TSM sekaligus Kepala Bengkel SMK Harapan Mulya, Agus Puryanto, mengatakan porsi praktik menjadi salah satu bagian penting dalam pembelajaran siswa.

Selain kemampuan mekanik, siswa diperkenalkan dengan pelumas, suku cadang hingga pengelolaan usaha bengkel.

“Anak-anak kami pompa skill-nya supaya lebih cepat mengimbangi kebutuhan di dunia industri,” katanya.

Bagi siswa, proses tersebut membuat kemampuan mereka berkembang secara bertahap.

Arfaiasa, siswa kelas 10 TSM, mengaku saat pertama masuk sekolah dirinya bahkan belum mampu mengganti oli mesin.

Kini, ia mulai mampu melakukan pekerjaan yang lebih kompleks, termasuk membongkar mesin kendaraan roda dua.

“Dulu pertama saya masuk sekolah SMK mengganti oli mesin saja tidak bisa, tapi sekarang saya malah bisa bongkar-bongkar mesin kendaraan,” katanya.

Pengalaman berbeda dirasakan Nabris, siswa kelas 11 TSM. Terlibat dalam aktivitas EHS membuatnya mulai memiliki gambaran mengenai usaha yang ingin dijalankan setelah lulus.

“Saya ingin punya usaha bengkel sendiri untuk masyarakat,” ujarnya.

Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants, Rika Gresia, mengatakan EHS saat ini telah membina 53 SMK di Indonesia.

Program tersebut, kata dia, dirancang agar siswa tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga terbiasa menghadapi konsumen sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja.

“Di sini mereka benar-benar menghadapi konsumen eksternal, menghadapi komplain dan belajar memberikan layanan yang baik,” jelasnya.

Pertamina Lubricants juga menyiapkan dukungan bagi lulusan yang ingin melanjutkan ke dunia usaha. Dukungan tersebut antara lain berupa toolkit, branding, etalase dan produk pelumas sebagai starter kit.

Dengan pola pembelajaran tersebut, bengkel sekolah tidak lagi sekadar menjadi ruang praktik. Di Speed Karya, siswa SMK Harapan Mulya Kendal belajar dari hal yang paling teknis hingga bagaimana membangun hubungan dengan pelanggan dan mengelola usaha. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.