APBN Makin Efektif, Industri Tembakau & UMKM Jateng Melaju di 2025
METROJATENG.COM, SEMARANG — Stabilitas fiskal dan ekonomi Jawa Tengah sepanjang 2025 menunjukkan fondasi yang semakin kuat. Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah membuat berbagai program strategis mampu berjalan efektif, mulai dari penguatan industri, dukungan UMKM, hingga pembangunan infrastruktur besar di pesisir pantai.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Negara Jawa Tengah Bayu Andy Prasetya, menyampaikan, ekonomi Jawa Tengah mencatat performa positif dengan pertumbuhan 5,37% pada triwulan II 2025, lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya dan melampaui capaian nasional.
“Inflasi berada pada level terkendali, yaitu 2,86% secara tahunan.
Peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen ke 119,9 mengindikasikan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi, baik saat ini maupun ke depan,’ katanya.
Meski demikian, sektor pertanian dan kelautan masih membutuhkan perhatian. NTP dan NTN mengalami koreksi tipis akibat kenaikan biaya produksi dan penurunan penerimaan pada sektor penangkapan ikan.
“Hingga 31 Oktober 2025, Pendapatan Negara di Jawa Tengah mencapai Rp33,19 triliun atau 71,84% dari target. PNBP menjadi sorotan dengan capaian 114,53% dari target,” tambahnya.
Di sisi lain, Belanja Negara mencapai Rp85,34 triliun, atau 79,72% pagu. Efisiensi anggaran menyebabkan adanya kontraksi dibanding tahun lalu, tetapi belanja tetap tersalurkan optimal melalui program K/L dan Transfer ke Daerah.
TKD kembali menjadi penopang utama fiskal daerah, menopang lebih dari separuh pendapatan APBD. Hingga Oktober, realisasi Pendapatan APBD mencapai Rp92,09 triliun, sementara Belanja APBD berada di posisi Rp74,98 triliun.
Penguatan Industri Kecil
Kemenkeu Satu Jateng melalui Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY resmi memberikan persetujuan penyelenggaraan Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) di Kebumen.
Fasilitas ini menjadi harapan baru bagi industri tembakau skala kecil untuk mendapatkan akses produksi yang efisien, legal, dan kompetitif. Kebijakan ini juga menjadi strategi menekan peredaran rokok ilegal yang masih marak.
Upaya mitigasi banjir rob memasuki fase penting dengan pembangunan giant sea wall di pesisir Semarang. Tahun 2025, proyek ini mulai dikerjakan sepanjang 10,63 km, dengan dana Rp2,29 triliun.
Per akhir Oktober, realisasi anggaran telah mencapai 82,59%, menandakan pembangunan berjalan on track dan menjadi harapan terhadap perlindungan kawasan industri, permukiman, dan pusat ekonomi.
Program pembiayaan pemerintah terus memberikan manfaat signifikan bagi pelaku UMKM. Penyaluran KUR mencapai Rp39,16 triliun kepada 749.832 debitur, UMi mencapai Rp1,33 triliun bagi 291.943 pelaku usaha kecil.
Kabupaten Pati mencatat penyaluran KUR terbesar, sementara Brebes menjadi penerima UMi terbanyak. Tambahan akses modal ini diyakini mendorong penciptaan lapangan kerja dan memperkuat daya saing produk lokal.
Secara keseluruhan, performa APBN di Jawa Tengah hingga Oktober 2025 menunjukkan ketahanan fiskal yang terjaga. Dengan pendapatan yang solid, belanja yang tepat sasaran, serta proyek strategis yang terus berjalan, Jawa Tengah menegaskan diri sebagai salah satu provinsi dengan pengelolaan fiskal terbaik dan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. (*)
Comments are closed.