Kampung Wisata Sintaboma, Magnet Kota Solo yang Padukan Sejarah, Kuliner, dan Ruang Kreatif
METROJATENG.COM, SOLO – Di tengah keriuhan pusat Kota Surakarta, ada satu destinasi baru yang perlahan menjelma sebagai ruang wisata terpadu: Kampung Wisata Sintaboma di Kelurahan Keprabon. Kawasan yang namanya merupakan akronim dari Sinergitas Kampung Wisata Keprabon Maju Bersama ini kini menjadi perbincangan berkat konsep wisata komunal yang memadukan sejarah, budaya, kuliner, hingga ruang publik kreatif.
Dalam tiga tahun terakhir, Sintaboma mengalami perkembangan pesat. Potensi wisata yang tersebar di RW 1, 4, 5, dan 6 disatukan dalam satu paket pengalaman terintegrasi, membuat kampung ini muncul sebagai salah satu ikon wisata baru di pusat kota.
Model pengelolaan Sintaboma menjadi salah satu yang menarik perhatian. Alih-alih membangun destinasi baru dari nol, warga Keprabon justru menyatukan potensi yang sudah ada dan hidup di tengah masyarakat.
Ketua pengelola kampung menegaskan bahwa konsep utamanya ialah “mempersatukan kekayaan yang tersebar menjadi satu jalur wisata yang utuh.” Wisatawan dapat menyusuri kawasan kampung sambil menikmati budaya, kuliner, hingga sejarah yang selama ini belum terkemas secara profesional.
Rangkaian Daya Tarik yang Jadi Andalan Sintaboma
1. Ngarsoprojo – Pasar Triwindu: Surga Kolektor Antik
Kawasan yang sejak lama dikenal sebagai pusat barang antik ini tetap menjadi magnet utama. Dari kamera kuno, wayang, hingga arca kecil, wisatawan bisa menemukan ragam koleksi berusia puluhan hingga ratusan tahun. Sejarah kawasan Ngarsoprojo turut memperkaya pengalaman wisata sejarah di Sintaboma.
2. Jalur Kuliner Keprabon
Keprabon menyimpan banyak pilihan kuliner yang sulit ditolak. Wisatawan dapat menemukan makanan tradisional, jajanan legendaris, hingga camilan kekinian yang menjadi favorit anak muda. Banyak pejalan menyebut Keprabon sebagai “jalur kuliner yang tak pernah tidur”.
3. Koridor Ngarsopuro dan Teuku Umar: Ruang Seni yang Hidup
Kedua koridor ini menjadi panggung terbuka bagi seniman lokal. Pertunjukan rutin, pameran seni, hingga bazar kreatif digelar secara berkala. Tata ruang yang rapi dan pedestrian yang nyaman membuatnya menjadi titik kumpul warga dan turis setiap akhir pekan.
4. Sekar Lepen Keprabon: Oase Hijau di Tengah Kota
Bagi wisatawan yang mencari ketenangan, Sekar Lepen menghadirkan suasana hijau yang menyegarkan. Ruang bermain anak, area duduk santai, dan aliran air yang alami membuat tempat ini jadi lokasi favorit keluarga.
5. Puro Mangkunegaran: Inti Kebudayaan Jawa
Sebagai istana yang masih aktif digunakan, Puro Mangkunegaran menawarkan pengalaman budaya yang tak tergantikan. Turis dapat melihat langsung arsitektur klasik Jawa, benda-benda pusaka, hingga tradisi Mangkunegaran yang tetap terjaga hingga kini.
Sintaboma tidak hanya mengandalkan potensi yang sudah mapan. Saat ini, pengelola tengah menyiapkan pengembangan Wisata Sejarah Sontohartanan di RW 2. Konsep ini menyasar wisata minat khusus, yakni pelancong yang ingin mendalami cerita lama tentang perkembangan wilayah Keprabon.
Jika berhasil dikembangkan, kawasan ini akan menjadi rute sejarah terpadu yang memperkuat karakter Sintaboma sebagai kampung wisata budaya.
Comments are closed.