Banyumas Sabet Juara 1 Lomba OP Irigasi Jateng 2025, Bukti Nyata Komitmen Pemeliharaan Irigasi Berkelanjutan
BERITA ADVETORIAL
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam menjaga kelestarian dan fungsi irigasi akhirnya membuahkan hasil. Dalam ajang Lomba Operasi dan Pemeliharaan (OP) Irigasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025, Banyumas sukses menyabet Juara 1, mengungguli kabupaten/kota lain se-Jateng.
Keberhasilan ini tidak datang begitu saja. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas memainkan peran sentral melalui berbagai inovasi dan kerja nyata di lapangan, serta dukungan dan support dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Serayu Citanduy yang merupakan bagian dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (PUSDATARU) Provinsi Jawa Tengah.
Kepala DPU Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, ST. M.Si menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil sinergi luar biasa dari jajaran internal, para petugas lapangan yang tak kenal lelah serta peran Balai Pengelola Sumber Daya Air Serayu Citanduy.
“Mulai dari penilaian administrasi, presentasi hingga kunjungan lapangan di Unit Sokaraja, semua kami lalui dengan komitmen penuh. Kami bersyukur kerja keras ini diakui dengan predikat terbaik,” ungkap Kresnawan dalam perbincangan bersama Metrojateng.com, Minggu (22/6/2025).
Prestasi ini sekaligus menjadi momentum penting untuk edukasi bersama, bahwa pembangunan jaringan irigasi bukanlah akhir dari segalanya. Justru yang terpenting adalah bagaimana operasional dan pemeliharaannya berjalan berkelanjutan.
“Mulai dari perbaikan pintu air, pembersihan rumput, hingga respons cepat jika terjadi longsor, semuanya adalah bagian dari tanggung jawab besar kami dalam menjaga fungsi irigasi,” imbuh Kresnawan.

Sesuai Arah Inpres No. 2 Tahun 2025
Lomba OP Irigasi ini juga sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan, rehabilitasi, serta pemeliharaan jaringan irigasi. Kabid Sumber Daya Air dan Irigasi DPU Banyumas, Hery Jatmiko ST mengatakan, hal ini menjadi peluang emas bagi daerah.
“Dengan 573 daerah irigasi yang melayani lebih dari 23.000 hektar lahan pertanian di Banyumas, dukungan dari pusat jelas sangat kami butuhkan untuk mempercepat penanganan dan meningkatkan produktivitas pertanian,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, DPU Banyumas telah menyusun roadmap program strategis tahun 2025–2029, yang mencakup:
Program Irigasi Tahunan:
-
Rehabilitasi jaringan irigasi: 11,20 km/tahun
-
Peningkatan jaringan irigasi: 42,50 km/tahun
-
Operasi dan pemeliharaan: 180,9 km/tahun
Program Sumber Daya Air Tahunan:
-
Operasi dan pemeliharaan polder/kolam retensi: 4 unit
-
Rehabilitasi embung: 1 unit
-
Pembangunan embung: 2 unit
-
Polder/kolam retensi baru: 1 unit
-
Pembangunan unit air baku: 1 unit
Semua program tersebut dapat terlaksana dengan dukungan dari APBD, anggaran Bantuan Gubernur (Bangub) serta dukungan dari APBN. Karenanya, koordinasi dan jalinan komunikasi dengan jajaran Pemprov Jateng serta pemerintah pusat terus dilakukan untuk mendukung realisasi berbagai program irigasi dan sumber daya air di Kabupaten Banyumas.
Sementara itu, mulai Tahun 2025 ini, DPU Banyumas juga menginisiasi inovasi aplikasi digital yaitu PIJAR P3A untuk menggandeng P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) dalam sistem pengelolaan irigasi. Pendekatan partisipatif ini diyakini mampu meningkatkan kinerja P3A, sehingga diharapkan bisa mempercepat pemulihan dan meningkatkan kualitas layanan irigasi, terutama di wilayah pinggiran.
“Dengan struktur program yang jelas, kolaborasi lintas sektor, dan dukungan anggaran pusat, kami optimistis Banyumas bisa mengelola irigasi berkelanjutan dan berkontribusi pada program ketahanan pangan nasional, “ tutup Hery Jatmiko.
Comments are closed.