Wamen P2MI Resmikan Program RPL Luar Negeri UMP, Buka Jalan Kuliah bagi Pekerja Migran Indonesia
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi dengan meluncurkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Luar Negeri. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada pekerja migran Indonesia (PMI) yang memiliki pengalaman kerja dan kompetensi profesional di luar negeri agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi melalui mekanisme pengakuan capaian pembelajaran.
Peluncuran Program RPL Luar Negeri dilakukan secara resmi oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, dalam rangkaian peringatan Milad UMP. Acara tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Badan Pembina Harian (BPH) UMP, jajaran pimpinan universitas, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai instansi.
Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, menegaskan bahwa program ini merupakan inovasi pendidikan yang bertujuan memberikan kesempatan lebih luas bagi pekerja migran untuk memperoleh gelar akademik tanpa harus mengulang seluruh proses pembelajaran dari awal.
“Melalui Program RPL Luar Negeri, UMP ingin memberikan pengakuan terhadap pengalaman dan kompetensi yang telah dimiliki para pekerja migran Indonesia. Pengalaman bekerja di luar negeri merupakan aset yang sangat berharga dan layak dihargai sebagai bagian dari proses pendidikan tinggi,” ujar Jebul Suroso.
Ia menjelaskan, skema Rekognisi Pembelajaran Lampau memungkinkan pengalaman kerja, pelatihan, maupun kompetensi yang diperoleh selama berada di luar negeri dikonversi menjadi capaian pembelajaran. Dengan demikian, peserta dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang lebih efisien tanpa mengurangi kualitas akademik maupun standar lulusan.
Menurut Jebul, hadirnya program tersebut merupakan bagian dari upaya UMP menghadirkan sistem pendidikan yang lebih inklusif, fleksibel, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia di era global.
Peningkatan Pendidikan untuk Pekerja Migran
Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, memberikan apresiasi atas langkah UMP yang dinilai mampu menjembatani kebutuhan peningkatan pendidikan bagi pekerja migran Indonesia. Ia menyebut peningkatan kompetensi melalui pendidikan tinggi menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing PMI di tingkat internasional.
“Mereka memiliki pengalaman kerja yang luar biasa. Sudah sepatutnya pengalaman tersebut menjadi modal untuk meningkatkan jenjang pendidikan sehingga ketika kembali ke Indonesia memiliki kompetensi dan nilai tambah yang lebih besar,” kata Dzulfikar.
Ia juga menilai sinergi antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dengan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam membangun sistem pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan bagi para pekerja migran.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yang terus mendorong perguruan tinggi Muhammadiyah menghadirkan inovasi pendidikan sesuai kebutuhan masyarakat. Program RPL Luar Negeri dinilai selaras dengan semangat Muhammadiyah dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi seluruh warga negara Indonesia, termasuk mereka yang sedang maupun pernah bekerja di luar negeri.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah dan Badan Pembina Harian UMP juga menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini sebagai bagian dari penguatan peran perguruan tinggi Muhammadiyah dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Melalui Program RPL Luar Negeri, UMP membuka peluang bagi pekerja migran Indonesia di berbagai negara untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan sistem yang lebih fleksibel, tetap mengedepankan kualitas akademik, serta menghasilkan lulusan yang kompetitif. (**)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.