Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Siswa SMAN 4 Semarang Dinobatkan sebagai Duta Muda BPJS Kesehatan,

Siap Sebarkan Semangat JKN ke Generasi Muda

METROJATENG.COM, SEMARANG – Prestasi membanggakan kembali diraih Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Semarang. Salah satu siswinya, Aylanara Ardananta, terpilih sebagai Duta Muda BPJS Kesehatan Kota Semarang dan akan mewakili kota ini di tingkat provinsi.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy, menjelaskan, ajang Duta Muda BPJS Kesehatan digelar untuk menumbuhkan kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam mendukung keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kami ingin melahirkan sosok inspiratif yang tidak hanya memahami manfaat JKN, tetapi juga mampu menjadi agent of change di lingkungan sekolah dan masyarakat,” ujar Sari.

Menurutnya, keberlanjutan Program JKN sangat bergantung pada pemahaman dan dukungan lintas generasi. Karena itu, keterlibatan pelajar seperti Ayla menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran akan pentingnya jaminan kesehatan bagi semua kalangan.

Kebanggaan juga dirasakan oleh Mita Wahyuni, guru pendamping sekaligus wali kelas Ayla. Ia menuturkan bahwa prestasi siswanya tersebut merupakan buah dari semangat belajar dan dukungan penuh keluarga.

“Ayla selalu antusias, baik dalam kegiatan akademik maupun non-akademik. Kami membimbingnya dengan berbagai referensi dan simulasi agar mampu memahami substansi Program JKN secara komprehensif,” jelas Mita.

Ia menambahkan, penting bagi siswa SMA untuk mengenal Program JKN sejak dini agar memiliki kesadaran tentang mahalnya biaya pelayanan kesehatan serta pentingnya menjaga kesehatan pribadi.

“Melalui prinsip gotong royong yang diusung BPJS Kesehatan, anak-anak belajar bahwa membantu sesama dapat dilakukan dengan cara berpartisipasi dalam program jaminan kesehatan,” tambahnya.

Sebagai Duta Muda, Ayla berkomitmen untuk terus mengedukasi teman-temannya dan masyarakat luas mengenai Program JKN. Ia menilai kesehatan merupakan investasi terbaik untuk masa depan.

“Program JKN bukan hanya tentang pelayanan kesehatan, tapi juga bentuk kepedulian sosial. Kita yang sehat membantu yang sakit — inilah makna caring with others yang sesungguhnya,” kata Ayla.

Ayla juga berencana membuat berbagai konten edukatif di media sosial seperti Instagram dan TikTok agar informasi tentang JKN lebih mudah dipahami oleh generasi muda.

“Kami punya wadah komunikasi antar siswa di sekolah, dan saya ingin memanfaatkan itu untuk berbagi pengetahuan. Yang penting bahasanya ringan dan relevan dengan anak muda,” ujarnya. (*)

 

Comments are closed.