Pesantren Bening Ati Jadi Percontohan Dapur Gizi Anak Sekolah di Magelang
METROJATENG.COM, MAGELANG – Upaya meningkatkan kualitas gizi anak sekolah di Kabupaten Magelang kini mendapat energi baru. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, meresmikan beroperasinya dapur Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Salaman 1 di Desa Sriwedari, Kecamatan Salaman.
Dapur gizi ini lahir dari inisiatif Yayasan Pondok Pesantren Bening Ati, menjadikannya contoh nyata peran pesantren yang tidak hanya berfokus pada pendidikan spiritual, tetapi juga pada pembangunan sosial.
“SPPG bukan sekadar soal makanan, tapi soal kesejahteraan bersama. Dengan pola ini, gizi anak-anak terpenuhi, sementara masyarakat juga diberdayakan,” ujar Nanda.
Program SPPG Salaman 1 saat ini sudah melayani 3.332 anak dari tingkat pra-sekolah hingga SMA. Yang menarik, program ini juga terintegrasi dengan data kemiskinan daerah sehingga warga kurang mampu bisa ikut menjadi pemasok bahan pangan lokal.
“Kalau bahan pangan dipasok dari masyarakat, program gizi dan pengentasan kemiskinan bisa berjalan beriringan,” tambah Nanda.
Pengasuh Pondok Pesantren Bening Ati, Ari Setiawan, menegaskan dapur gizi berbasis pesantren ini akan diperluas manfaatnya. Tidak hanya untuk pelajar, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di enam desa sekitar.
“Targetnya di Salaman ada delapan dapur, sehingga semua desa bisa terjangkau dengan distribusi setiap hari,” jelas Ari.
Kini, dapur SPPG Salaman 1 sudah memproduksi lebih dari 3.300 porsi makanan per hari dengan dukungan 47 relawan lokal. Menurut Hafidz, Kepala SPPG Salaman 1, proses masak dimulai sejak sore, lalu dini hari sudah siap distribusi ke sekolah-sekolah.
Pemerintah berharap pola kolaborasi pesantren–masyarakat ini bisa menjaga keberlanjutan program. Apalagi, jika 115 dapur SPPG di Kabupaten Magelang beroperasi penuh, kebutuhan pangan akan melonjak dan harus diantisipasi agar tidak menimbulkan inflasi.
Lebih dari sekadar dapur, SPPG Salaman 1 menjadi tonggak lahirnya gerakan sosial berbasis pesantren: memenuhi gizi anak, membuka peluang ekonomi lokal, sekaligus menyiapkan generasi unggul Kabupaten Magelang.
Comments are closed.