Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Hafizhah Almas, Wisudawati Unsoed Cumlaude yang Pernah Tembus Pertukaran Pelajar ke Jepang

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Hafizhah Almas Shabrina Putri, mahasiswi Program Studi Sastra Jepang Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), resmi menyandang gelar sarjana dengan capaian membanggakan. Lulusan asal Bekasi itu berhasil menuntaskan studi dalam waktu 3 tahun 10 bulan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,85 dan predikat cum laude pada wisuda ke-158 yang digelar di Graha Widyatama pekan lalu.

Almas, begitu ia akrab disapa, bukan sekadar menorehkan prestasi akademik. Ia juga pernah mencicipi pengalaman internasional melalui program pertukaran pelajar ke Ibaraki University, Jepang, bersama satu rekannya. “Sejak kecil saya memang tertarik pada bahasa asing, terutama bahasa Jepang. Saya ingin menjadi penerjemah profesional yang bisa menjembatani dua budaya berbeda,” ujarnya.

Perjalanan akademiknya tidak selalu mulus. Almas mengaku sempat dilanda rasa ingin menyerah di awal kuliah. Namun, dorongan keluarga dan teman membuatnya bangkit. Titik balik terjadi ketika ia berhasil meraih nilai tinggi pada semester awal, yang menumbuhkan kepercayaan diri untuk terus berprestasi.

Pada semester ketiga, ia memberanikan diri mendaftar program pertukaran pelajar. Proses administrasi yang rumit, terutama saat menanti keluarnya Certificate of Eligibility (COE), menjadi ujian tersendiri. “Saat itu penuh kecemasan, karena COE menentukan apakah saya bisa berangkat ke Jepang,” kenangnya. COE akhirnya terbit pada Maret 2023, sebulan sebelum keberangkatannya.

Belajar dan Mengajar Budaya

Selama satu tahun di Jepang, Almas menghadapi tantangan adaptasi cuaca ekstrem. Namun, ia berhasil menjalin pertemanan dengan mahasiswa dari berbagai negara dan aktif memperkenalkan budaya Indonesia dalam festival musim panas. Tak hanya itu, ia juga bekerja paruh waktu di sebuah restoran cepat saji, yang semakin melatih kemampuan bahasa dan interaksi dengan masyarakat lokal.

“Pengalaman di Jepang membuat saya lebih mandiri, percaya diri, dan semakin yakin untuk terus mengejar cita-cita sebagai penerjemah profesional,” tutur Almas.

Menutup kisahnya, Almas berpesan agar anak muda berani keluar dari zona nyaman. “Kesempatan tidak datang dua kali. Manfaatkan setiap peluang yang ada. Semua usaha hari ini adalah pijakan kuat untuk masa depan. 頑張ってください!” ucapnya bersemangat.

Comments are closed.