Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Keistimewaan-Keistimewaan Orang Berhaji dalam Kitab Khașâiș al-Ummat al-Muĥammadiyyah

*Oleh : Shulhan Habib, Mahasiswa Magister prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Pascasarjana UIN Walisongo Semarang.

METROJATENG.COM, CILACAP- Berbicara tentang ibadah haji, tentu tidak bisa lepas dari sejarah Nabi Ibrahim As. Hal tersebut karena nabi Ibrahim adalah sosok yang membangun Ka’bah bersama putranya Ismail sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Baqarah [2]: 127. Setelah selesai membangun Ka’bah, nabi Ibrahim bermunajat kepada Allah agar seluruh keturunannya yang ia tinggalkan di Makkah mampu meramaikan, bersembahyang di kota tersebut, agar kelak menjadi contoh teladan untuk umat manusia.

 

Ibadah haji menjadi salah satu syiar agung Islam sejak lama. Setiap tahun, ribuan hingga jutaan manusia datang berbondong-bondong ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji. Hal tersebut tak lain karena berkat doa Nabi Ibrahim yang termaktub dalam QS. Ibrahim [14]: 37 sebagaimana penjelasan Buya Hamka dalam tafsirnya.
Keistimewaan Orang Berhaji
Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima yang memiliki keistimewaan yang luar biasa. Dalam kitab Khașâiș al-Ummat al-Muĥammadiyyah, dijelaskan akan keistimewaan-kesitimewaan yang diberikan Allah kepada orang yang berhaji, diantaranya; pertama, orang berhaji akan diampuni oleh Allah dosanya yang telah lalu. Kedua, orang berhaji sama dengan orang yang sedang berjihad di jalan Allah. Hal ini sebagaimana hadis riwayat Usman bin Sulaiman bahwa suatu ketika ada seorang lelaki yang ingin berjihad datang kepada rasulullah dan rasul pun memerintahkannya untuk berhaji. Ketiga, orang berhaji memiliki status sebagai delegasi atau utusan Allah.
Keempat, diijabahnya doa orang yang berhaji. Dijelaskan dari hadis riwayat Ibnu Abbas, bahwa ada lima doa yang diijabah oleh Allah S.W.T, yaitu; doanya orang berhaji, doanya orang yang sedang perang, doa orang yang teraniaya, doanya orang sakit dan doa antar saudara satu sama lain. Dari itulah paara ulama menganjurkan untuk meminta doa kepada orang berhaji sebagaimana nabi pernah titip doa kepada sahabat Umar bin Khattab saat hendak melaksanakan ibadah umrah.
Kelima, orang yang meinfaqkan satu dirham hartanya untuk berhaji sama dengan berinfaq 40 juta dirham di jalan Allah dan akan diganti berlipat-lipat oleh Allah. Keenam, orang yang berhaji dalam pertolongan Allah S.W.T. Ketujuh, orang yang berhaji dapat memberi syafa’at kepada 400 orang dari anggota keluarganya. Kedelapan, orang yang berhaji dan orang-orang yang ia doakan akan diampuni doanya. Kesembilan, Allah membanggkan para hambanya yang berhaji kepada para malaikat. Kesepuluh, orang yang berhaji mendapatkan balasan berupa surga, sebagaimana hadis riwayat Jabir r.a, bahwa nabi bersabda: “seorang haji mabrur tidak ada balasan untuknya kecuali surga.”
Demikian merupakan rangkuman dalam kitab Khașâiș al-Ummat al-Muĥammadiyyah karya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki mengenai keistimewaan-keistimewaan yang diberikan Allah kepada orang berhaji.(**)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.