Jejak 44.000 Tahun Terjaga, Indeks Kehati Bulu Sipong Terus Meningkat
METROJATENG.COM, JAKARTA – Komitmen pelestarian lingkungan dan warisan budaya dunia kembali ditegaskan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bersama PT Semen Tonasa melalui pengelolaan Leang (Gua) Bulu Sipong 4 di Pangkep, Sulawesi Selatan.
Situs prasejarah berusia sekitar 44.000 tahun ini menyimpan lukisan cadas adegan perburuan tertua di dunia dan menjadi bagian dari kawasan Geopark Maros Pangkep yang telah diakui sebagai Global Geopark pada 2023.
Berlokasi di area tambang tanah liat PT Semen Tonasa di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, perusahaan menetapkan kawasan Bukit Bulu Sipong seluas 31,64 hektare sebagai zona konservasi atau sekitar 11,3% dari total lahan tambang. Sejak 2018, kawasan ini dikembangkan menjadi Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Geopark Bulu Sipong untuk melindungi situs purbakala sekaligus ekosistem di sekitarnya.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan wujud pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan kepentingan industri, lingkungan, dan nilai budaya. Perusahaan juga menggandeng LPPM dalam penyusunan Cultural Heritage Management Plan sebagai panduan pengelolaan berkelanjutan situs Bulu Sipong 4.
Selain perlindungan fisik melalui pemantauan getaran, pengendalian debu, pembatasan akses, serta revegetasi, kawasan ini juga menunjukkan capaian positif dari sisi ekologi.
Hingga 2025, Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong menjadi habitat bagi 25 jenis flora dengan 2.898 pohon, termasuk eboni, kayu kuku, dan bitti—tanaman endemik Sulawesi. Dari sisi fauna, tercatat 41 jenis satwa liar dengan total 869 individu, di antaranya monyet dare (Macaca maura) dan tarsius yang dilindungi.
Peningkatan kualitas lingkungan tercermin dari kenaikan Indeks Kehati Flora menjadi 1,54 pada 2025 (dari 1,38 pada 2020) serta Indeks Kehati Fauna menjadi 2,85 (dari 2,51).
“Peningkatan indeks ini menunjukkan kawasan Bulu Sipong semakin asri dan berfungsi sebagai benteng pelindung keanekaragaman hayati sekaligus warisan arkeologi dunia,” ujar Vita.
Atas inisiatif tersebut, SIG dan PT Semen Tonasa turut dipercaya menjadi narasumber pada forum internasional SPAFA International Conference on Southeast Asian Archaeology and Fine Arts (SPAFACON) 2024 serta Indonesia Geopark Leader Forum 2025.
Melalui sinergi konservasi budaya dan pelestarian lingkungan, SIG menegaskan bahwa industri dan warisan dunia dapat tumbuh berdampingan secara berkelanjutan.(*)
Comments are closed.