Embung Mranggen, “Dewi Penolong” Petani Lereng Merapi di Musim Kemarau
METROJATENG.COM, MAGELANG – Musim kemarau tak lagi menjadi momok bagi petani di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Desa Mranggen, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Sejak hadirnya Embung Mranggen atau yang dikenal warga sebagai Dewi Suba, lahan pertanian yang sebelumnya hanya mengandalkan air hujan kini tetap subur sepanjang tahun.
Embung buatan yang dibangun pada 2023 ini mampu menampung hingga 19.000 meter kubik air dan mengairi sekitar 28 hektare sawah yang dulu tergolong lahan tadah hujan. Airnya berasal dari Kali Putih, salah satu sungai yang berhulu langsung di Gunung Merapi.
“Embung ini benar-benar mengubah wajah pertanian kami. Sawah yang dulu kering di musim kemarau, kini tetap hijau dan produktif,” ujar Kepala Desa Mranggen, Kazis Fuadi.
Lebih dari sekadar sumber air, Embung Mranggen kini juga menjadi magnet wisata baru di desa tersebut. Keindahan alamnya dan suasana tenang menjadikannya tempat favorit warga dan pengunjung untuk berwisata sekaligus menggerakkan roda ekonomi desa.
Petani Tak Lagi Khawatir Kekeringan
Peralihan musim yang biasanya menyulitkan petani kini tak lagi jadi masalah. Pasokan air yang stabil dari embung membuat para petani leluasa menanam sepanjang tahun, termasuk komoditas seperti cabai rawit atau yang akrab disebut warga sebagai cabai setan.
“Baru saja panen cabai. Dulu musim kering begini kami tidak bisa tanam karena tidak ada air,” kata Badriyah, salah satu petani setempat.
Namun, tantangan baru muncul seiring meningkatnya jumlah petani yang menanam komoditas serupa. Melimpahnya hasil panen membuat harga jual turun, dan Badriyah pun kini lebih waspada terhadap serangan hama dan kendala pupuk.
“Kalau dulu yang tanam cabai cuma sedikit, sekarang banyak yang ikut tanam. Tapi alhamdulillah, kami tetap bisa panen terus,” ujarnya dengan semangat.
Embung Mranggen menjadi bukti bahwa infrastruktur kecil yang tepat sasaran bisa berdampak besar. Bukan hanya menyelamatkan pertanian dari kekeringan, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian pangan dan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Comments are closed.