Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Jelang Iduladha, Magelang Pastikan Hewan Kurban Bebas Penyakit

METROJATENG.COM, MAGELANG – Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 H, Pemkab Magelang melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) bergerak cepat memastikan keamanan dan kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan di berbagai titik, mulai dari pasar hewan hingga lapak pinggir jalan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispeterikan, Ichtiaryoko, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan sejauh ini menunjukkan kondisi yang cukup menggembirakan.

“Pantauan kami di Pasar Hewan Muntilan hingga saat ini belum ditemukan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun lumpy skin disease (LSD). Hewan yang masuk pasar relatif sehat,” ujarnya pada Rabu (28/5/2025).

Tak hanya di Muntilan, pemeriksaan juga dilakukan di Pasar Hewan Grabag dan lokasi-lokasi penjualan hewan lainnya. Selain itu, pada saat penyembelihan nanti, tim kesehatan hewan akan melakukan pemeriksaan postmortem untuk memastikan daging kurban bebas dari cacing hati dan penyakit lainnya. Titik pemeriksaan akan mencakup Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Polres, hingga pemotongan di lingkungan warga.

“Tujuannya satu, memastikan masyarakat mendapatkan daging kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH),” tegas Ichtiaryoko.

Soal ketersediaan hewan kurban, Magelang bisa dibilang aman. Populasi sapi di wilayah ini mencapai 31.000 ekor, dengan sekitar 15.000 di antaranya adalah jantan. Bahkan setelah memperhitungkan kebutuhan kurban, stok sapi jantan masih tersisa sekitar 6.000 ekor.

Selain sapi, Magelang juga memiliki stok kambing sekitar 20.000 ekor dan domba 18.000 ekor. Harga sapi tahun ini berkisar antara Rp22 juta hingga Rp 27 juta per ekor, sedangkan kambing dan domba ditawarkan dengan harga Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta.

Kepala UPTD Puskeswan Kabupaten Magelang, Prastyo Nugroho, menambahkan bahwa aktivitas jual beli hewan kurban mulai memanas, terutama dalam tiga pekan terakhir menjelang Iduladha.

“Domba jadi primadona tahun ini dengan peningkatan permintaan hingga 25 persen dibanding tahun lalu. Sapi juga naik sekitar 20 persen, sementara penjualan kerbau bahkan bisa melonjak 25–30 persen,” jelasnya.

Menariknya, kerbau dari Magelang banyak diminati oleh pembeli luar daerah, terutama dari kawasan Pantura. “Magelang dikenal sebagai sentra penghasil kerbau, walaupun masyarakat lokal sendiri jarang mengonsumsinya. Itu sebabnya, banyak pedagang luar daerah datang untuk memborong,” pungkas Prastyo.

Comments are closed.