Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Emas Putih Kian Diminati, Ini Keunggulan dan Faktor yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli

METROJATENG.COM, SEMARANG – Minat masyarakat terhadap emas putih terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Selain tampil dengan warna putih keperakan yang elegan, material ini juga menawarkan karakteristik unik yang berbeda dari emas kuning. Emas putih sendiri merupakan hasil perpaduan antara emas murni dengan logam berwarna putih seperti paladium, perak, atau nikel.

Perpaduan logam tersebut bukan tanpa alasan. Emas murni memiliki tekstur yang lunak sehingga mudah berubah bentuk. Campuran logam keras berfungsi menambah kekuatan, sehingga perhiasan berbahan emas putih lebih awet digunakan.

Meski disebut “putih”, emas putih tetap tergolong emas asli. Namun, para pembeli kerap disarankan memperhatikan kadar karatnya. Semakin tinggi karat, semakin besar kandungan emas murni di dalamnya, dan otomatis mempengaruhi harga jual.

Emas putih memiliki kestabilan nilai yang sebanding dengan emas kuning, namun dengan harga lebih terjangkau.  Namun, kondisi berbeda terjadi ketika emas putih diproduksi menjadi perhiasan. Banyak perhiasan emas putih dihiasi batu permata atau berlian, sehingga harga jualnya justru bisa lebih tinggi dari emas kuning.

Diminati untuk Perhiasan Modern

Emas putih semakin populer sebagai pilihan perhiasan untuk pesta, acara formal, hingga cincin pernikahan. Warna keperakannya dianggap lebih elegan dan mudah dipadukan dengan beragam gaya busana. Tambahan berlian juga membuat tampilan emas putih tampak lebih berkelas.

Jumlah karat menjadi faktor penentu kualitas visual perhiasan ini. Karat tinggi menghasilkan kilau yang lebih baik dan meningkatkan nilai estetikanya.

Warna emas putih yang cenderung netral membuatnya tidak terlihat mencolok saat dipakai, menjadikannya pilihan ideal untuk penggunaan sehari-hari. Banyak pengguna memilih emas putih karena tampilannya yang lebih modern dan tidak terlalu menarik perhatian, berbeda dengan emas kuning yang identik dengan kesan mewah dan mencolok.

Meski demikian, warna emas putih dapat memudar seiring waktu. Lapisan rodium biasanya perlu ditambahkan ulang setelah beberapa tahun agar kilau perhiasan tetap terjaga dan tidak menurunkan nilai jualnya.

Untuk menciptakan perhiasan yang kuat, emas putih umumnya mengandung sekitar 25% perak atau logam keras lain seperti palladium dan nikel. Komposisi tersebut membuatnya lebih tahan gores, tidak mudah bengkok, dan memiliki daya tahan lebih baik dibanding emas murni.

Namun, semakin besar persentase campuran logam lain, kandungan karat emas pun berkurang. Hal ini membuat pembeli perlu lebih cermat memilih komposisi yang sesuai kebutuhan, apakah mengutamakan keawetan atau kadar emas murninya.

Comments are closed.