Pengukuran Intervensi Pencegahan Stunting di Jateng Capai 99,98%
METROJATENG.COM, SEMARANG – Pemprov Jateng menunjukan keseriusannya dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Menurut data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), sampai saat ini sebanyak 2.138.554 balita sudah diukur, atau 99,98 persen dari total sasaran sebanyak 2.139.086 balita.
Sekda Pemprov Jateng, Sumarno mengatakan, data yang sudah masuk dari hasil pengukuran serentak tersebut selanjutnya dilakukan verifikasi dan validasi oleh Kementerian Kesehatan. Setelah itu akan menjadi basis data angka stunting.
“Pengukuran intrvensi kita sudah tinggi, mencapai 99,98% dan itu dilakukan by name by address{, kata Sumarno.
Berbekal data tersebut, pemerintah provinsi maupun kabupaten/ kota lebih bisa mengelola intervensinya, sehingga dapat tepat sasaran. Disamping itu, Pemprov Jateng dan pemerintah kabupaten/ kota juga dapat berbagi dan berkolaborasi dalam percepatan penanganan stunting.
“Dengan begitu kita bisa lebih akseleratif untuk penanganan stunting, karena kembali ke basis data yang lebih presisi”, ungkapnya.
Selain menyasar anak balita dan ibu hamil, pencegahan stunting juga harus dilakukan terhadap calon pengantin. Calon pengantin perempuan harus memeriksa kesehatan, kualitas gizi, indeks massa tubuh dan pengukuran lingkar lengan atas, untuk mengetahui risiko kurang energi. Kondisi kesehatan calon pengantin yang kelak akan menjadi ibu, harus mendapat perhatian dari semua pihak.
“Ini butuh kolaborasi dari berbagai pihak. Siapapun yang akan menikah, harus melakukan pengukuran kesehatan. Jadi tidak hanya perihal administrasi nikah, karena ini menyangkut kesiapan calon ibu”, tutur Sumarno.
Comments are closed.