Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

QRIS Antarnegara Jadi Jembatan Digital, BI Jateng Dorong Transaksi Lintas Negara

 

METROJATENG.COM, SEMARANG –  Jejak pelayaran Laksamana Cheng Ho ke Semarang ratusan tahun silam menjadi inspirasi Bank Indonesia untuk melihat kembali makna konektivitas antarbangsa. Bedanya, jika dahulu konektivitas dibangun melalui jalur perdagangan dan pelayaran, kini teknologi pembayaran digital menjadi salah satu penghubungnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam gelaran Rupiah Tresno Budoyo (RTB) 2026 yang digelar Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah di Sam Poo Kong Semarang, Sabtu (26/9/2026).

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Anggis Rakhmi Ikhsan mengatakan, perkembangan QRIS menjadi bagian penting dari digitalisasi sistem pembayaran sekaligus upaya memperluas konektivitas transaksi masyarakat.

Menurut dia, QRIS tidak lagi sebatas sarana pembayaran digital di dalam negeri. Dengan pengembangan QRIS Antarnegara, konektivitas pembayaran dapat diperluas sehingga transaksi lintas negara menjadi semakin mudah dan praktis.

“QRIS menjadi bagian dari digitalisasi Rupiah. Jadi bukan hanya bagaimana masyarakat menggunakan pembayaran secara digital, tetapi juga bagaimana Rupiah dapat terkoneksi dengan sistem pembayaran negara lain,” kata Anggis.

Dalam kegiatan RTB 2026, BI Jateng mengemas edukasi QRIS melalui pendekatan budaya dan sejarah. Tema kegiatan mengangkat perjalanan Laksamana Cheng Ho yang menjadi bagian dari sejarah panjang hubungan dan pertukaran budaya antarbangsa.

Anggis menjelaskan, pendekatan tersebut menjadi cara BI untuk menunjukkan bahwa konektivitas antarbangsa terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Jika pada masa lalu konektivitas dibangun melalui perjalanan dan perdagangan, saat ini teknologi pembayaran digital menjadi salah satu penghubungnya.

“Semangatnya adalah bagaimana kita melihat konektivitas itu dari masa lalu sampai sekarang. Dulu melalui perjalanan dan perdagangan, sekarang salah satunya melalui teknologi sistem pembayaran,” ujarnya.

Hingga Juli 2026, transaksi QRIS di Jawa Tengah tercatat mencapai 870,01 juta transaksi dengan nominal Rp73,45 triliun.

Sementara transaksi inbound QRIS Antarnegara di Jawa Tengah mencapai 495,89 ribu transaksi dengan nominal Rp136,37 miliar.

Anggis menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penggunaan pembayaran digital di tengah masyarakat. QRIS juga memberikan ruang bagi pelaku usaha, khususnya UMKM dan sektor pariwisata, untuk terhubung dengan konsumen yang menggunakan pembayaran digital.

Karena itu, edukasi menjadi bagian penting agar masyarakat tidak sekadar mengenal QRIS, tetapi juga memahami manfaat dan penggunaannya secara aman dalam aktivitas sehari-hari.

Melalui RTB 2026, BI Jateng pun menghadirkan berbagai aktivitas edukasi dan pengalaman menggunakan QRIS. Masyarakat diajak mengenal digitalisasi Rupiah dengan cara yang lebih dekat melalui perpaduan teknologi, budaya, dan sejarah.

Perkembangan QRIS Antarnegara tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana inovasi sistem pembayaran Indonesia terus bergerak. Dari konektivitas yang dahulu berlangsung melalui jalur perdagangan dan pelayaran, kini hubungan antarbangsa dapat terhubung dalam hitungan detik melalui teknologi pembayaran digital.

QRIS pun menjadi salah satu wajah baru Rupiah di era digital: lebih terkoneksi, mudah digunakan, dan menjangkau transaksi lintas negara. (*)

 

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.