Tanggapi Narasi Budi Arie, Ketua Gerindra Banyumas Pilih Fokus Kawal Program Prabowo
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Ketua DPC Partai Gerindra Banyumas, Ir Budiyono, menyoroti pernyataan Ketua Projo, Budi Arie, yang dinilai membangun narasi terkait keberlangsungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Budiyono menyayangkan munculnya pernyataan tersebut. Menurut dia, pembahasan mengenai Pemilihan Presiden (Pilpres) masih terlalu dini, karena pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini seharusnya mendapat ruang untuk menjalankan program-program pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
Ia menegaskan, jajaran kader Gerindra Banyumas tidak akan terpengaruh oleh narasi politik tersebut. Partai Gerindra di Banyumas, kata dia, memilih untuk memusatkan perhatian pada pengawalan program-program Presiden Prabowo agar dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Budiyono menilai masyarakat saat ini membutuhkan stabilitas dan suasana yang kondusif. Kondisi politik yang aman dinilai penting agar pemerintah dapat bekerja secara optimal, sementara dunia usaha dan perekonomian dapat terus bergerak.
Ia pun berharap, masyarakat lebih bijak dalam menyikapi berbagai pernyataan politik. Perbedaan pandangan merupakan bagian dari demokrasi, namun tidak seharusnya berkembang menjadi narasi yang berpotensi mengganggu persatuan dan fokus pembangunan.
Budiyono juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terburu-buru larut dalam pembahasan Pilpres. Sebab, mekanisme dan jadwal pelaksanaan pemilihan presiden telah diatur dalam sistem demokrasi Indonesia.
“Belum saatnya membahas Pilpres, masih jauh. Sekarang yang terpenting fokus mengawal program Pak Prabowo untuk kesejahteraan rakyat,” kata Budiyono, Selasa (25/8/2026).
Budiyono menambahkan, menjaga situasi tetap kondusif menjadi tanggung jawab bersama. Dengan kondisi yang stabil, pemerintah diharapkan dapat bekerja lebih tenang dalam menjalankan program pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Situasi kondusif dibutuhkan saat ini, supaya pemerintah bisa bekerja dengan tenang dan ekonomi tumbuh. Soal Pilpres, sudah ada aturannya, digelar lima tahun sekali, jadi ikuti saja aturan yang sudah ada,” tegasnya. (**)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.