Prestasi PLN Dorong Ketahanan Pangan, Pompa Listrik ETANIGI Pastikan Siklus Tanam Petani Terjaga Sepanjang Tahun
METROJATENG.COM, KLATEN- PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendampingi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ETANIGI (Energi Tani Bersinergi). Sebagai wujud keberlanjutan program yang telah diluncurkan pada Mei lalu, Tim TJSL PLN UPT Salatiga turun langsung ke lapangan untuk memantau progres instalasi pompa air bertenaga listrik di Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Klaten, pada Kamis (7/7).
Pemantauan ini dilakukan secara intensif untuk memastikan seluruh infrastruktur Electrifying Agriculture dapat segera beroperasi optimal. Percepatan instalasi ini menjadi sangat krusial agar saat musim panen saat ini selesai, para petani dapat langsung kembali menanam padi tanpa harus khawatir kekurangan sumber air di tengah musim kemarau.
Kehadiran program ETANIGI dan progres fisik yang berjalan cepat ini disambut dengan sangat antusias oleh kelompok tani setempat. Selama ini, para petani kerap berhadapan dengan kendala cuaca yang menghambat siklus tanam.
Penyuluh dan Pendamping Desa Sidowarno Kecamatan Wonosari, Suroto, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas intervensi yang diberikan oleh PLN.
“Alhamdulillah kita bersyukur sekali, kami di sini baru pertama kali mendapatkan bantuan seperti ini untuk masyarakat. Petani di sini memiliki kendala menanam padi di musim penghujan terhalang banjir, sedangkan di musim kemarau kekurangan air. Dengan bantuan PLN ini alhamdulillah dapat meningkatkan produktivitas petani,” ungkap Suroto.
Rasa syukur dan antusiasme serupa juga dirasakan oleh Suryanto, Ketua Kelompok Tani di Desa Sidowarno saat bertegur sapa dengan tim TJSL PLN yang sedang meninjau lokasi instalasi, ia mengungkapkan kegembiraannya melihat progres yang berjalan lancar.
“Saya sangat senang sekali bisa bertemu langsung dengan tim TJSL PLN yang sedang memantau instalasi ini. Padi di sawah saya ini kebetulan sebentar lagi sudah waktunya panen. Harapannya, kalau pompa air untuk pengairan ini sudah beroperasi, kami bisa langsung melakukan penanaman padi kembali. Jadi siklus tanam tetap terjaga meski masuk musim kemarau,” tutur Suryanto.
Bantuan sumur dan pompa air berbasis listrik ini tidak hanya menjadi solusi pengairan, tetapi juga menekan biaya operasional yang sebelumnya membebani petani karena ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Dalam kesempatan yang sama, Manager PLN UPT Salatiga, Ardylla Rommyonegge, menegaskan bahwa pengawalan program ini secara langsung di lapangan adalah bentuk pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Pemantauan progres instalasi ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan keandalan operasional pompa air beserta infrastruktur pendukungnya agar benar-benar siap difungsikan. Harapan kami, begitu panen ini usai, lahan sawah bisa langsung digarap kembali untuk penanaman padi berikutnya, meskipun kita sudah memasuki musim kemarau,” jelas Ardylla.
Lebih lanjut, program ETANIGI diharapkan menjadi tonggak percontohan modernisasi pertanian yang mandiri dan efisien. Melalui pemanfaatan energi bersih, produktivitas, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani di kawasan tersebut dapat terus meningkat secara berkesinambungan.(ris)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.