Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Dalih Cek Geng Motor, Dua Pria Rampas 8 Ponsel Milik Pelajar di Sokaraja

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Aksi kriminal dengan modus pemeriksaan anggota geng motor terjadi di wilayah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Delapan pelajar menjadi korban pemerasan dan perampasan telepon genggam oleh dua pria tak dikenal yang beraksi pada Sabtu malam (23/5/2026).

Kasus tersebut kini tengah ditangani Polsek Sokaraja, Polresta Banyumas, setelah salah satu orang tua korban melaporkan kejadian tersebut pada 8 Juni 2026.

Peristiwa bermula ketika delapan pelajar yang berasal dari Kecamatan Sokaraja dan Kalibagor sedang berkumpul di Jalan Wijayakusuma, Desa Sokaraja Kidul, sekitar pukul 21.45 WIB. Tanpa diduga, dua pria yang berboncengan sepeda motor menghampiri mereka.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus P. Silalahi menjelaskan, salah satu pelaku turun dari sepeda motor dan langsung menghampiri para korban dengan nada intimidatif.

“Pelaku menegur korban dengan suara keras dan mengancam mereka. Untuk menakut-nakuti, pelaku juga memperlihatkan benda yang diduga menyerupai gagang senjata api,” ungkapnya.

Merasa ketakutan, para pelajar tersebut tidak berani melawan. Pelaku kemudian memerintahkan mereka jongkok dan mengeluarkan seluruh telepon genggam yang dibawa. Dengan alasan memeriksa keterlibatan korban dalam kelompok geng motor, pelaku mengumpulkan ponsel-ponsel tersebut di atas tanah.

Namun, pemeriksaan itu ternyata hanya kedok. Dalam hitungan menit, pelaku mengambil seluruh ponsel yang terkumpul dan memasukkannya ke dalam saku jaket sebelum melarikan diri.

Sebelum kabur, pelaku sempat mengatakan bahwa para korban bisa mengambil kembali ponselnya di sekitar area jembatan atau “trem”. Akan tetapi, saat para korban berusaha mengejar, kedua pelaku sudah menghilang setelah memasuki jalan kampung.

Akibat kejadian tersebut, delapan unit telepon genggam berbagai merek raib digondol pelaku. Total kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai Rp8 juta.

Polisi yang menerima laporan langsung melakukan serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, hingga pengumpulan keterangan untuk mengungkap identitas pelaku.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan dan identitas pelaku sedang kami dalami,” tegas Kapolresta.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat berada di luar rumah pada malam hari. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah anak-anak menjadi sasaran tindak kejahatan serupa.

“Pengawasan orang tua sangat diperlukan agar anak-anak terhindar dari berbagai potensi tindak kriminal saat beraktivitas di luar rumah,” pungkasnya. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.