Mensos Gus Ipul : Kemiskinan Menurun, Bansos Lebih Tepat Sasaran
METROJATENG.COM, JAKARTA – Angin segar mulai terasa di tengah perjuangan panjang mengentaskan kemiskinan. Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem per Maret 2025 mengalami penurunan signifikan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyambut kabar ini dengan optimisme.
“Hari ini kita mulai merasakan buah dari strategi besar Presiden Prabowo, data ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa langkah-langkah konkret pemerintah mulai berdampak nyata di lapangan.” kata Gus Ipul.
Mensos menegaskan bahwa perbaikan data dan penajaman sasaran menjadi kunci keberhasilan. Melalui Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), pemerintah melakukan verifikasi langsung ke lapangan. Data lama disaring ulang, sehingga bantuan tidak lagi jatuh ke tangan yang salah.
Langkah ini menghasilkan pergeseran besar dalam distribusi bantuan sosial (Bansos) seperti PKH, Sembako, dan PBI:
-
1,9 juta penerima dialihkan dari kelas menengah ke masyarakat miskin.
-
8,2 juta penerima PBI dengan NIK tidak aktif diganti dengan kelompok miskin riil.
-
Jumlah penerima bansos meningkat dari 15 juta menjadi 16 juta KPM pada triwulan kedua, naik hampir 10 persen.
-
Penerima ganda (PKH dan Sembako) melonjak dari 6 juta menjadi lebih dari 8 juta orang.
Pembersihan Data & Kolaborasi Digital
Tak hanya menyisir data, Kementerian Sosial juga menggandeng berbagai pihak demi menjaga integritas distribusi bantuan:
-
PPATK dilibatkan untuk memeriksa apakah ada penerima yang terafiliasi pada jaringan ilegal.
-
Bank Indonesia membantu mengidentifikasi rekening mencurigakan atau tidak aktif.
-
Evaluasi juga dilakukan untuk penerima bansos lebih dari lima tahun, kecuali lansia dan disabilitas yang memang berhak.
“Bansos bukan hanya angka di rekening. Ini soal hidup dan harapan,” tegas Gus Ipul.
Untuk memperkuat jaring pengaman sosial, Presiden Prabowo bahkan menambah penebalan bansos sebesar Rp400 ribu per KPM untuk 18,3 juta keluarga selama Juni–Juli 2025. Bantuan beras tambahan juga digelontorkan kepada kelompok rentan.
Namun, Gus Ipul menegaskan bahwa tujuan utama bukan bantuan, melainkan kemandirian.
“Bansos adalah jaring, tapi pemberdayaan adalah jalan keluar. Kita tak ingin rakyat selamanya bergantung. Kita ingin mereka bangkit,” katanya.
Gus Ipul menyebut tiga hal utama yang akan terus dikawal Kemensos yaitu konsistensi dalam menggunakan data tunggal DTSEN, penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran swasta dan masyarakat sipil dan evaluasi berkala untuk memastikan bansos tetap tepat sasaran.
Comments are closed.