Wakil Ketua DPRD Jateng: Infrastruktur dan Keamanan, Kunci Untuk Wujudkan Mudik Tanpa Sendat
METROJATENG.COM, SEMARANG – Menjelang arus mudik 2025, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah semakin fokus memperbaiki infrastruktur, terutama pasca-bencana banjir yang menyebabkan kerusakan di sejumlah jalan. Diketahui, tahun 2025, jumlah pemudik diperkirakan mencapai 17,9 juta orang, atau meningkat 4,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menghadapi angka yang cukup besar ini, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, menegaskan bahwa kualitas infrastruktur dan keamanan menjadi dua hal yang tak dapat dipisahkan untuk menjamin kenyamanan pemudik. Menurutnya, perbaikan jalan yang rusak merupakan langkah krusial untuk mendukung kelancaran arus mudik.
“Infrastruktur yang baik sangat penting, khususnya untuk menjaga keamanan perjalanan mudik. Jalan yang mulus akan mengurangi risiko kecelakaan dan meminimalisir kelelahan pemudik. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, pemudik akan lebih nyaman dan aman saat menempuh perjalanan jauh,” tegasnya.
Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) diinstruksikan untuk mempercepat perbaikan dan memonitor kondisi jalan. Kepala DPUBMCK juga menyatakan bahwa kondisi jalan nasional di Jateng sudah sangat baik, dengan 97,61 persen jalan nasional berada dalam kondisi mantap.
Selain infrastruktur, Arinugroho juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menjaga keamanan selama mudik. Keamanan bukan hanya soal mencegah kemacetan, tetapi juga mengatasi potensi ancaman yang bisa terjadi. “Kami berharap pihak kepolisian dan aparat terkait lainnya bisa memastikan keamanan pemudik. Ini termasuk pengawasan terhadap potensi terorisme dan kriminalitas di tempat-tempat umum, seperti terminal, bandara, dan tempat ibadah,” tuturnya.
Di samping itu, pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam menjaga rumah mereka agar tidak menjadi sasaran tindak kriminal. “Pastikan rumah terkunci rapat dan kendaraan dititipkan di tempat yang aman. Kami juga mengimbau pemudik agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran,” tambahnya.
Sinergi Pemprov dan DPRD Untuk Mudik Lebih Lancar
Arinugroho mengungkapkan, sinergi antara DPRD dan Pemprov Jateng sangat penting dalam mendukung kebijakan pembangunan infrastruktur. “DPRD sebagai mitra Pemprov akan terus memberikan dukungan dan pengawasan untuk memastikan setiap langkah kebijakan berjalan sesuai dengan rencana,” jelasnya.
Untuk mendukung kenyamanan pemudik, pemerintah juga akan menambah fasilitas seperti posko kesehatan, tempat istirahat, serta posko penanggulangan bencana, mengingat potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi selama mudik.
TNI, Polri, serta Dinas Perhubungan bersama Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) akan bekerja sama untuk memetakan titik rawan kecelakaan dan bencana alam selama arus mudik dan arus balik. Salah satu langkah antisipatif yang dilakukan adalah evaluasi terhadap pembangunan tol Solo-Yogyakarta dan pengaturan arus lalu lintas dengan sistem contraflow atau one-way parsial bila diperlukan.
Pemprov Jateng juga akan memberikan diskon tarif tol untuk mendukung kelancaran arus mudik, dengan perkiraan puncak arus mudik terjadi pada tanggal 27 Maret 2025 dan puncak arus balik pada 11 April 2025.

Arinugroho juga menyampaikan pentingnya peran media dalam menyebarkan informasi terkait persiapan mudik. “Media sosial dan media massa memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan informasi cepat dan akurat kepada masyarakat. Kami berharap media dapat membantu mempercepat penyebaran informasi dan memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat tentang kondisi infrastruktur dan keamanan,” tuturnya.
Dengan segala upaya persiapan yang telah dilakukan, Arinugroho mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi demi mewujudkan mudik yang aman, lancar, dan tanpa hambatan.
Comments are closed.