Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Amdatara Perkuat Sinergi Industri AMDK di Jateng-DIY

METROJATENG.COM, SEMARANG- Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) resmi melantik Dewan Pengurus Daerah (DPD) Jawa Tengah-DI Yogyakarta di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (23/7). Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong pertumbuhan industri AMDK yang berdaya saing sekaligus berkelanjutan.

Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo mengatakan, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta merupakan wilayah strategis karena menjadi basis sekitar 131 perusahaan atau hampir 20 persen pelaku industri AMDK di Indonesia. Potensi tersebut dinilai perlu didukung kolaborasi yang kuat agar industri terus berkembang di tengah berbagai tantangan.

“Dengan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, kami melihat DPD ini memang perlu memastikan untuk terus bisa berkolaborasi dengan pemerintah dan juga pemangku kepentingan yang lain. Sehingga industri ini juga bisa terus tumbuh dan berkembang,” katanya.

Menurut Karyanto, industri AMDK kini dituntut tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengambil peran dalam menjaga kelestarian lingkungan. Berbagai isu seperti keberlanjutan sumber daya air, pengelolaan sampah, dan perubahan iklim menjadi tantangan yang harus dijawab melalui transformasi menuju industri hijau.

“Industri AMDK ini diharapkan bisa berkontribusi, salah satunya dengan mendukung transformasi menuju industri hijau,” jelasnya.

Ketua DPD Amdatara Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Rama Zakaria mengatakan, pelaku industri telah menjalankan berbagai program keberlanjutan melalui kemitraan dengan bank sampah, Forum Daerah Aliran Sungai (DAS), serta pegiat konservasi lingkungan. Salah satu bank sampah yang menjadi mitra bahkan telah memiliki sekitar 20 ribu nasabah.

“Kami sudah bekerja sama dengan bank sampah, salah satunya di Wonogiri yang sudah memiliki 20.000 nasabah. Kami juga memiliki mitra strategis seperti kawan-kawan Forum Daerah Aliran Sungai (DAS), juga pegiat konservasi lingkungan,” ujarnya.

Sejumlah perusahaan anggota Amdatara di Jawa Tengah juga mulai memanfaatkan energi baru terbarukan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, untuk mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi energi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia mengatakan, transformasi menuju industri hijau menjadi langkah penting agar pertumbuhan industri berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. Penerapan efisiensi penggunaan air dan energi, pengurangan emisi karbon, serta pemanfaatan energi baru terbarukan dinilai menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri.

“Penerapan industri hijau bukan hanya menjadi bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan hidup,” tandasnya.(ris)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.