Wisata Indonesia Melesat, Kunjungan Turis Mancanegara Tembus 8,5 Juta
METROJATENG.COM, JAKARTA – Sektor pariwisata Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. Laporan terbaru Kementerian Pariwisata memaparkan bahwa geliat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) terus melonjak, bahkan melampaui pertumbuhan perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Juli 2025 saja sudah ada 1,48 juta kunjungan wisman, naik 13,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Malaysia menjadi penyumbang terbesar dengan lebih dari 212 ribu kunjungan, disusul Australia dan Tiongkok.
Jika dihitung kumulatif sejak Januari hingga Juli 2025, jumlah kunjungan wisman tembus 8,53 juta. Angka ini naik 10,04 persen dari tahun sebelumnya dan memperlihatkan selisih yang makin lebar dengan perjalanan keluar negeri warga Indonesia, yang justru turun 5,24 persen.
“Kami optimistis tren ini akan terus terjaga hingga akhir tahun. Ini bukan hanya soal angka, tapi tentang kontribusi pariwisata dalam menghadirkan devisa positif bagi negara,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Tak hanya turis asing, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga sedang berada di jalur cepat. Pada Juli 2025, tercatat 100,2 juta perjalanan dalam negeri, melonjak hampir 30 persen dibanding Juli 2024. Lonjakan ini didorong momen libur sekolah yang membuat destinasi wisata domestik banjir pengunjung.
Namun, di balik kabar manis tersebut, ada catatan menarik. Tingkat okupansi hotel justru menurun meski jumlah kamar yang terisi bertambah. Ada indikasi wisatawan mulai melirik akomodasi alternatif seperti homestay dan villa, sementara pertumbuhan hotel baru membuat persaingan makin ketat.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan, event besar dan kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) di kota-kota besar masih menjadi penyelamat okupansi hotel. “Event-event besar menjadi penggerak vital bagi industri perhotelan dan sekaligus menghidupkan ekosistem pariwisata,” katanya.
Dengan tren positif ini, pemerintah berkomitmen melanjutkan strategi promosi dan pembangunan destinasi unggulan agar Indonesia kian diminati wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Comments are closed.