JKN, Penopang Harapan Pengemudi Ojek Online untuk Kesehatan Keluarganya
METROJATENG.COM, DEMAK – Bagi sebagian besar masyarakat, memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang cepat, mudah, dan setara adalah dambaan. Namun bagi Dedi (37), pengemudi ojek online asal Mranggen, Kabupaten Demak, hal itu bukan lagi sekadar impian. Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ia telah merasakan betapa besar manfaat jaminan kesehatan bagi keluarganya, terutama kedua orang tuanya yang kini berjuang melawan penyakit jantung.
“Baru akhir Agustus lalu, ibu saya tiba-tiba jatuh saat turun dari angkutan umum. Katanya sempat merasa pusing, lalu tidak sadarkan diri di pinggir jalan,” kenang Dedi saat ditemui di RS KRMT Wongsonegoro (RSWN) Semarang.
Mendengar kabar dari sang ayah dan istrinya, Dedi segera menghentikan pekerjaannya dan bergegas menuju rumah sakit. Di instalasi gawat darurat, ibunya langsung mendapat penanganan intensif. Setelah dilakukan pemeriksaan, hasil menunjukkan adanya serangan jantung dan penyumbatan pembuluh darah aorta.
“Ibu sempat dirawat di ICU selama tiga hari, lalu rawat inap dua hari. Sekarang sudah rawat jalan setiap minggu di RSWN. Alhamdulillah kondisinya membaik meskipun masih terbatas aktivitasnya,” tuturnya dengan nada lega.
Tidak hanya sang ibu, ayah Dedi pun juga memiliki riwayat serupa. Ia bahkan sudah menjalani pemasangan empat ring jantung untuk memperlancar aliran darah. Meski biaya pengobatan penyakit jantung tergolong tinggi, Dedi tak lagi khawatir karena kedua orang tuanya merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya ditanggung pemerintah pusat.
“Semua biaya pengobatan orang tua saya dijamin penuh oleh BPJS Kesehatan. Kami tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Sungguh sangat membantu, apalagi di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang,” jelas Dedi.
Ia menambahkan bahwa keluarganya juga terdaftar sebagai peserta mandiri, dan telah beberapa kali menggunakan layanan JKN — mulai dari persalinan istrinya hingga pengobatan anaknya.
“Hadirnya BPJS Kesehatan benar-benar meringankan beban kami. Karena bagi saya, kesehatan itu investasi paling berharga,” ujarnya.
Selain manfaat jaminan pembiayaan, Dedi juga mengapresiasi berbagai inovasi layanan digital yang dihadirkan BPJS Kesehatan. Salah satunya aplikasi Mobile JKN yang memudahkan peserta dalam mengakses layanan kesehatan secara online.
“Sekarang semua lebih praktis. Mau antre di faskes, konsultasi dokter, bahkan ubah data peserta bisa lewat aplikasi. Saya juga sering memanfaatkan layanan BPJS Keliling karena tidak selalu bisa datang ke kantor,” terangnya.
Di akhir perbincangan, Dedi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan yang telah memberikan pelayanan terbaik bagi keluarganya.
“Semoga pelayanannya semakin baik dan terus hadir membantu masyarakat seperti kami. Karena dengan BPJS Kesehatan, keluarga saya bisa tetap sehat dan tenang menghadapi masa depan,” pungkasnya. (*)
Comments are closed.