Hari Anak Nasional 2026, Alfamart Perkuat Perang Melawan Stunting Lewat Program Satu Telur Sehari di Kampung Laut Cilacap
METROJATENG.COM, CILACAP – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 dimanfaatkan Alfamart untuk memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Indonesia. Melalui Program Satu Telur Sehari (STS), perusahaan tidak hanya menyalurkan bantuan protein hewani kepada ribuan balita, tetapi juga mengedukasi para orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang demi mendukung tumbuh kembang anak.
Program yang telah berjalan selama empat tahun ini terus menunjukkan perluasan jangkauan. Pada 2026, Alfamart menargetkan 2.700 balita yang terindikasi stunting di 39 kabupaten dan kota di Indonesia dengan distribusi lebih dari 510 ribu butir telur selama enam bulan.
Salah satu lokasi pelaksanaan program berada di Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Wilayah pesisir yang dikenal memiliki akses transportasi cukup menantang itu menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis tidak menghalangi upaya pemenuhan gizi bagi anak-anak.
Sebanyak 35 balita bersama orang tua mereka mengikuti kegiatan edukasi gizi yang digelar pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Dokter Puskesmas Kampung Laut, dr. Oktaryan Eko, yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya pola makan sehat sebagai langkah efektif mencegah stunting.
Perjalanan menuju Kampung Laut bukanlah hal mudah. Bantuan telur harus diangkut menggunakan perahu dari Pelabuhan Seleko dengan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga dua jam, melewati jalur perairan dan kawasan hutan mangrove yang menjadi akses utama masyarakat setempat.
Meski demikian, Alfamart bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dan Puskesmas Kampung Laut tetap memastikan setiap bantuan dapat diterima oleh keluarga sasaran secara berkala.
Dalam sesi edukasi bertajuk “Pola Makan Seimbang untuk Balita”, dr. Oktaryan Eko menjelaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada jumlah makanan yang dikonsumsi anak, tetapi juga kualitas nutrisi, keberagaman menu, serta keamanan pangan yang diberikan sesuai usia balita.
Ia menekankan bahwa telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki kandungan gizi lengkap dan mudah diperoleh masyarakat.
“Pemenuhan gizi seimbang pada balita tidak hanya ditentukan oleh banyaknya makanan yang dikonsumsi, tetapi juga kualitas, keberagaman, keamanan, serta kesesuaiannya dengan usia anak. Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik untuk balita dan dapat diolah menjadi berbagai menu sehat yang disukai anak. Dengan membiasakan pola makan yang sehat sejak dini, orang tua telah memberikan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak yang optimal sekaligus membantu mencegah stunting,” ujar dr. Oktaryan Eko.
Selain memberikan materi mengenai pola makan sehat, para orang tua juga memperoleh edukasi tentang pentingnya memilih bahan pangan bergizi, menjaga kebersihan makanan, hingga menyajikan menu yang bervariasi agar kebutuhan nutrisi anak terpenuhi secara optimal.
Kolaborasi antara Alfamart, Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, serta Puskesmas Kampung Laut menjadi contoh sinergi dalam memperluas jangkauan program penanganan stunting, terutama di daerah dengan akses yang relatif sulit.
Jangkauan Program STS Terus Meningkat
Program Satu Telur Sehari menyasar balita berusia satu hingga tiga tahun yang terindikasi stunting berdasarkan pendataan Dinas Kesehatan bersama kader Posyandu di masing-masing daerah.
Sejak dimulai pada Mei 2026, setiap anak menerima satu butir telur setiap hari selama enam bulan. Penyaluran dilakukan secara berkala melalui tenaga kesehatan dan kader Posyandu agar kondisi penerima manfaat dapat terus dipantau.
Dari tahun ke tahun, cakupan program ini terus mengalami peningkatan. Pada 2022, Alfamart menyalurkan sekitar 177 ribu butir telur kepada 1.000 anak di 10 kabupaten dan kota.
Program kemudian berlanjut pada 2024 dengan distribusi 103 ribu butir telur kepada 591 anak di 12 daerah. Pada 2025, jangkauan meningkat menjadi 25 kabupaten dan kota dengan penyaluran 189 ribu butir telur bagi 1.000 anak.
Sementara pada 2026, Program Satu Telur Sehari mencatat pelaksanaan terbesar sejak pertama kali diluncurkan, yakni lebih dari 510 ribu butir telur untuk 2.700 balita di 39 kabupaten dan kota.
General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan perluasan program dilakukan berdasarkan evaluasi pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Program ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Perluasan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas pihak mampu menghadirkan dampak yang semakin besar dalam mendukung upaya penurunan stunting di Indonesia,” kata Rani.
Menurutnya, keberhasilan Program Satu Telur Sehari tidak hanya diukur dari banyaknya bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
Hasil monitoring internal Alfamart pada 2025 menunjukkan sekitar 72 persen anak penerima manfaat mengalami peningkatan berat badan sebagai salah satu indikator membaiknya status gizi. Temuan tersebut menjadi dasar perusahaan untuk terus memperkuat program melalui edukasi dan pendampingan kepada keluarga.
“Intervensi gizi akan lebih optimal ketika dibarengi dengan peningkatan pengetahuan orang tua. Karena itu, kami tidak hanya memberikan telur, tetapi juga menghadirkan edukasi langsung dari para ahli agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang, pola makan yang tepat, serta pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak. Harapannya, Program Satu Telur Sehari dapat membentuk kebiasaan hidup sehat dalam keluarga sekaligus berkontribusi pada upaya nasional menekan angka stunting,” pungkas Rani. (**)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.