Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Tak Sendiri Lawan Talasemia, JKN Jadi Penopang dan Harapan Yanti Jaga Sang Permata Hati

METROJATENG.COM, SEMARANG  – Setiap orang tua pasti akan melakukan apa pun demi kesehatan buah hati. Bagi Safitri Yanti, seorang ibu asal Salatiga, perjalanan itu tidak mudah. Anak semata wayangnya, Andira Naifa Fadila, harus berjuang melawan talasemia, kelainan genetik yang membuat sel darah merah mudah hancur dan tubuh kekurangan oksigen.

Enam tahun sudah berlalu sejak Andira pertama kali berkenalan dengan penyakit itu.

“Saat anak berumur sekitar delapan belas bulan, sering sakit batuk, pilek, dan panas yang tidak turun-turun. Bahkan beberapa kali disertai mimisan. Badannya lemas dan wajah makin pucat,” kenang Yanti saat ditemui, Selasa (6/1).

Kekhawatiran Yanti bertambah ketika pertumbuhan Andira tak seperti teman sebayanya. Ia pun membawa sang anak ke puskesmas, yang kemudian merujuk Andira ke Rumah Sakit Daerah Salatiga. Hasil pemeriksaan darah mengonfirmasi talasemia. Andira harus menjalani rawat inap dan transfusi darah di RS dr. Kariadi, hingga akhirnya diperbolehkan pulang.

Sejak saat itu, perjalanan rutin ke Semarang setiap bulan untuk transfusi darah menjadi bagian dari hidup Yanti dan keluarga.

“Tak peduli panas terik atau hujan deras, saya selalu menemani anak. Bersyukur kami sekeluarga terdaftar di JKN. Dengan JKN, biaya pengobatan bisa tercover, apalagi sekarang saya memilih fokus merawat anak dan mengandalkan penghasilan suami,” ujarnya.

Bagi Yanti, JKN bukan sekadar program, melainkan penopang harapan bagi keluarga mereka. Selama ini, pelayanan dari puskesmas hingga rumah sakit berjalan lancar. Mulai dari administrasi hingga tindakan medis, tidak ada biaya sepeser pun yang dibebankan.

“Dokter dan perawatnya informatif dan gesit. Alhamdulillah, sekarang anak saya sudah jarang sakit, lebih ceria dan semangat. Fokus kami tinggal pada perawatan rutin,” tambahnya.

Yanti berharap, program JKN terus hadir di tengah masyarakat. Bagi dia, JKN membawa rasa aman, mengurangi beban, dan menjadi harapan untuk menjaga kesehatan sang permata hati.

“Terima kasih BPJS Kesehatan, banyak membantu keluarga kami. Semoga program ini terus eksis,” tutup Yanti dengan mata berbinar.

Di balik setiap perjalanan panjang ke rumah sakit dan transfusi darah rutin, tersimpan kisah keteguhan seorang ibu dan peran JKN sebagai penopang keluarga menghadapi tantangan besar. Andira kini tumbuh ceria, membuktikan bahwa dukungan yang tepat bisa membuat perjuangan menjadi lebih ringan. (*)

Comments are closed.