Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Madrasah Jadi Garda Kemanusiaan, Kemenag Salurkan Bantuan Rp170 Juta untuk MAN 1 Langkat

METROJATENG.COM, LANGKAT – Peran madrasah sebagai pusat ketahanan sosial kembali terlihat dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyalurkan bantuan pascabanjir senilai Rp170 juta kepada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Langkat untuk mendukung pemulihan sarana dan prasarana pendidikan.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Arskal Salim, kepada Kepala MAN 1 Langkat, Sugiono.  Arskal Salim menegaskan, kehadiran Kementerian Agama di Langkat tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami hadir membawa kepedulian untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Walaupun MAN 1 Langkat tidak mengalami kerusakan fisik secara langsung, madrasah ini memiliki peran yang sangat penting sebagai pusat pengungsian dan layanan kemanusiaan,” ujar Arskal.

Ia mengapresiasi kontribusi MAN 1 Langkat yang telah membuka pintu bagi ratusan hingga ribuan warga terdampak banjir. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan formal, tetapi juga berperan strategis sebagai ruang aman dan pusat solidaritas masyarakat di masa krisis.

“Madrasah telah menjadi tempat berlindung, ruang aman, dan simbol kepedulian sosial. Ini menunjukkan bahwa madrasah adalah bagian dari solusi dalam situasi darurat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arskal juga mengingatkan pentingnya kesadaran ekoteologi dan kecintaan terhadap lingkungan. Ia menilai bencana alam yang terjadi merupakan pengingat serius akan dampak kelalaian manusia terhadap kelestarian alam.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Langkat Ainul Aswad melaporkan bahwa dampak banjir meluas ke sedikitnya 13 kecamatan. Banjir tersebut memengaruhi puluhan satuan pendidikan keagamaan, mulai dari 70 Madrasah Ibtidaiyah, 101 Madrasah Tsanawiyah, 4 Madrasah Aliyah, hingga sejumlah pesantren dan kantor urusan agama.

“Jumlah pengungsi cukup besar. Di MTsN Besitang tercatat hampir 600 jiwa, sedangkan di MAN 1 Langkat mencapai sekitar 1.000 jiwa. Dalam kondisi ini, madrasah menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat,” ungkap Ainul.

Kepala MAN 1 Langkat, Sugiono, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan Kementerian Agama. Ia menyebut bantuan tersebut sangat berarti untuk mendukung pemulihan fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar yang terdampak secara tidak langsung akibat banjir.

“Kami berterima kasih atas kepedulian Kementerian Agama RI. Bantuan ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin untuk menunjang kelancaran pendidikan dan meningkatkan kualitas layanan di MAN 1 Langkat,” ujarnya.

Sugiono berharap dukungan dari Kemenag pusat dapat membangkitkan semangat seluruh warga madrasah dan masyarakat terdampak agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan optimal di tengah proses pemulihan pascabanjir.

Comments are closed.