Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Yayasan Jantung Indonesia Luncurkan Program Nasional Deteksi Dini Jantung Rematik Anak

*Targetkan 8.000 Siswa SD di Empat Daerah Prioritas, Dorong Skrining Jantung di Sekolah

METROJATENG.COMMALANG – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) resmi meluncurkan program nasional skrining Penyakit Jantung Rematik (PJR) bagi anak usia sekolah dasar. Program yang diawali melalui kegiatan kick-off di Kota Batu dan Kabupaten Malang pada 29–30 Mei 2026 ini menjadi langkah strategis untuk mendeteksi dini penyakit jantung yang kerap tidak menunjukkan gejala hingga stadium lanjut.

Program tersebut menargetkan sekitar 8.000 anak sekolah dasar di empat wilayah prioritas, yakni Malang, Bekasi, Tulang Bawang (Lampung), dan Minahasa Utara. Melalui skrining dini, YJI berharap dapat menekan angka komplikasi dan kematian akibat Penyakit Jantung Rematik yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak-anak Indonesia.

Penyakit Jantung Rematik merupakan komplikasi dari infeksi streptokokus yang tidak ditangani dengan baik dan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada katup jantung. Berdasarkan data yang ada, sekitar 60 persen kasus radang tenggorokan berulang berpotensi berkembang menjadi PJR, sementara lebih dari separuh kasus tidak menunjukkan gejala hingga memasuki tahap lanjut. Anak usia 5 hingga 15 tahun menjadi kelompok yang paling rentan, terutama di daerah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas.

Ketua Bidang Medis sekaligus Project Director Rheumatic Heart Disease Screening YJI, dr. Ario Soeryo Kuntjoro, Sp.JP(K), mengatakan data hasil skrining akan dianalisis secara komprehensif dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah untuk menjadi rujukan perkembangan penyakit jantung anak di Indonesia.

“Temuan ini diharapkan menjadi dasar ilmiah dalam mendorong rekomendasi kebijakan skrining jantung wajib di sekolah-sekolah Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Komunikasi sekaligus Project Leader Rheumatic Heart Disease Screening YJI, Iwet Ramadhan, menegaskan bahwa program ini merupakan upaya nyata melawan penyakit yang sering disebut sebagai silent killer bagi anak-anak.

Menurutnya, deteksi dini terbukti mampu mengurangi beban penyakit hingga 80 persen sehingga program ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menyelamatkan masa depan generasi muda Indonesia.

Untuk mendukung pelaksanaan program, YJI menggandeng Perkumpulan Ahli Teknisi Kardiovaskuler Indonesia (PATKI) sebagai mitra teknis. Program ini juga memperoleh dukungan alat ultrasound portabel Lumify dari Philips Foundation melalui kemitraan strategis dengan World Heart Federation (WHF).

Selain pemeriksaan kesehatan, setiap kegiatan skrining turut menghadirkan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang memberikan edukasi kepada guru, orang tua, dan wali murid mengenai Penyakit Jantung Rematik serta Penyakit Jantung Bawaan. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang gejala awal, langkah pencegahan, dan pentingnya penanganan medis sedini mungkin.

Pada pelaksanaan perdana di Malang, sebanyak 608 siswa kelas 5 dan 6 SD mengikuti skrining. Rinciannya, 260 siswa di Kota Batu pada 29 Mei dan 348 siswa di Kabupaten Malang pada 30 Mei 2026.

Melalui program ini, YJI menargetkan terbentuknya sistem deteksi dini penyakit jantung rematik secara nasional, tersusunnya basis data kesehatan anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan daerah, hingga lahirnya kebijakan kesehatan berbasis bukti yang dapat diterapkan secara luas di sekolah-sekolah Indonesia.(ris)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.