Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Jelang Tahun Baru 2026, PLN Purwokerto Gelar Simulasi Tanggap Darurat Bencana dan Huru-Hara

METROJATENG.COM, BANYUMAS — Menyambut perayaan Tahun Baru 2026, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Purwokerto menggelar simulasi tanggap darurat bencana dan huru-hara sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keandalan pasokan listrik serta keselamatan personel dan masyarakat.

Simulasi yang dilaksanakan bersama PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Wangon ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh tim dalam menghadapi berbagai potensi kondisi darurat, mulai dari bencana alam hingga gangguan keamanan yang dapat berdampak pada operasional kelistrikan.

Manager PLN ULP Wangon, Faisal Akbar, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya PLN dalam memperkuat sistem pengamanan dan respons cepat, khususnya pada momen rawan seperti pergantian tahun.

“Simulasi ini melibatkan berbagai instansi terkait, seperti BPBD Kabupaten Banyumas, Koramil Wangon, dan Polsek Wangon. Skenario yang dipraktikkan meliputi penanganan gempa bumi dan situasi huru-hara, guna melatih koordinasi lintas sektor dan kecepatan respons di lapangan,” ujar Faisal.

Caption Foto : Simulasi tanggap darurat bencana dan huru-hara yang dilaksanakan PLN UP3 Purwokerto, untuk meningkatkan kesiapsiagaan tim dalam menghadapi kondisi darurat. (Foto : Dok. PLN UP3 Purwokerto).

 

Ia menjelaskan, tujuan utama simulasi adalah memastikan seluruh unsur yang terlibat memahami peran dan langkah yang harus diambil saat kondisi darurat benar-benar terjadi. Dengan latihan ini, diharapkan setiap personel dapat bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi tanpa kepanikan.

Lebih lanjut, simulasi juga menjadi sarana pelatihan bagi petugas dan karyawan PLN dalam aspek evakuasi, pengamanan aset vital, komunikasi darurat, serta penanganan massa sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

“Kegiatan ini sekaligus memperkuat kerja sama antara unsur internal PLN, mulai dari manajemen, petugas keamanan, hingga pegawai, dengan unsur eksternal seperti kepolisian, TNI, pemadam kebakaran, dan tenaga medis. Tujuannya untuk meminimalkan risiko dan dampak kejadian, serta meningkatkan kemampuan pengendalian massa demi rasa aman dan kepercayaan publik,” tambahnya.

Caption Foto : Kolaborasi PLN Unit Pelaksana Pelanggan (UP3) Purwokerto, PLN ULP Wangon bersama dengan Polsek Wangon dan Koramil. (Foto : Dok. PLN UP3 Purwokerto).

 

Pengamanan Internal Jadi Langkah Awal

Sementara itu, Kapolsek Wangon, AKP Mufti Is Efendi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa simulasi dipandu oleh pelatih dari unsur Polri dan TNI sebagai bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan.

Menurutnya, pengamanan internal menjadi langkah awal yang krusial sebelum aparat penanganan lengkap tiba di lokasi, terutama jika terjadi aksi protes atau kerumunan masyarakat yang berpotensi mengganggu ketertiban.

“Sebagai instansi pelayanan publik, kesiapan internal sangat penting untuk menjembatani aspirasi masyarakat dan mencegah eskalasi situasi. Simulasi ini sangat membantu dalam penanganan awal kejadian,” jelas AKP Mufti.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara PLN dan Polri, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), termasuk pengamanan objek-objek vital yang memiliki peran strategis bagi kepentingan publik.

Dengan digelarnya simulasi ini, PLN UP3 Purwokerto berharap pelayanan kelistrikan selama perayaan Tahun Baru 2026 dapat berjalan aman, andal, dan tanpa gangguan, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat Banyumas dan sekitarnya.

Comments are closed.