Longsor Majenang Telan Tiga Korban Jiwa, 20 Warga Masih Hilang, Evakuasi Diperluas
METROJATENG.COM, CILACAP – Upaya pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, terus dikebut tim SAR gabungan setelah bencana yang terjadi pada Kamis (13/11/2025) malam menelan korban jiwa dan merusak permukiman luas. Hingga Jumat (14/11/2025) siang, tiga warga ditemukan meninggal dunia, sementara 20 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Material longsor yang dipicu hujan dengan intensitas sangat tinggi sekitar pukul 21.00 WIB menimbun rumah-rumah warga di Dusun Tarukan dan Dusun Cibuyut. Selain menimbun sejumlah bangunan, bencana ini juga menyebabkan penurunan tanah hingga dua meter dan retakan sepanjang sekitar 25 meter di area terdampak seluas kurang lebih 6,5 hektare.
Tim gabungan dari BPBD Jawa Tengah, BPBD Cilacap, Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta perangkat desa telah berada di lokasi sejak malam kejadian. Hingga hari kedua, evakuasi masih menghadapi medan sulit akibat kondisi tanah yang labil dan tumpukan material tebal.
Akses menuju lokasi pun diperlebar menggunakan excavator milik BBWS Citanduy untuk mempermudah pergerakan alat berat dan tenaga penyelamat.
Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggulangan, menyebut total ada 46 jiwa dari 17 KK terdampak langsung.
“Fokus utama kami saat ini adalah menemukan para korban yang masih hilang. Proses pencarian tidak akan dihentikan sampai seluruh korban berhasil ditemukan,” ujarnya.
Tiga korban meninggal yang telah teridentifikasi adalah Julia Lestari (20), Maya Dwi Lestari (15), dan Yuni (45), seluruhnya warga Dusun Tarukan. Sementara tiga warga lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapat perawatan di RSUD Majenang.
Dapur Umum dan Tempat Pengungsian Disiapkan
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan duka cita dan memastikan penanganan bencana dilakukan secara terpadu.
“Pemprov Jateng bersama seluruh pihak terkait fokus pada operasi pencarian dan penanganan warga terdampak. Peralatan dan personel telah diturunkan sejak malam kejadian,” kata Gubernur.
Dinas Sosial Jateng telah mendistribusikan logistik, peralatan tidur, serta mendirikan dapur umum. Tempat pengungsian juga disiapkan di lokasi aman, mengingat potensi longsor susulan masih dipantau melalui asesmen BPBD dan TRC PB.
Pemprov Jateng juga mengakses bantuan dari Kementerian Sosial, serta menyiapkan skema Bantuan Tidak Terduga (BTT) dan program rehabilitasi rumah rusak bagi korban yang kehilangan tempat tinggal.
Puluhan personel dari berbagai lembaga terlibat dalam operasi pencarian, di antaranya Basarnas Cilacap, Dinkes, Dinsos, Forkompincam Majenang, UPT PUPR, ULP Majenang, komunitas relawan, dan warga sekitar.
Evakuasi diperkirakan berlangsung beberapa hari ke depan, menyesuaikan kondisi cuaca dan stabilitas tanah di lapangan.
Selain fokus evakuasi, BPBD Provinsi dan Kabupaten juga melakukan pemantauan perkembangan cuaca mengingat wilayah Cilacap dan sekitarnya masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Masyarakat di daerah rawan longsor diminta tetap waspada dan segera melaporkan jika muncul retakan tanah baru, mata air tiba-tiba keruh, atau pepohon tumbang yang mengindikasikan pergerakan tanah.
Meski kondisi lapangan menantang, tim gabungan memastikan operasi pencarian terus berjalan maksimal. Pemerintah daerah, relawan, dan warga saling bahu-membahu untuk mengevakuasi korban, menata kembali lokasi terdampak, sekaligus memastikan kebutuhan dasar penyintas terpenuhi.
Comments are closed.