Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Peringati Hari Kesetiakawanan Sosial, Anggota MPR RI Gaungkan Empat Pilar untuk Perkuat Solidaritas Bangsa

METROJATENG.COM, BANYUMAS – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), H. Wastam menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk memperkuat solidaritas kebangsaan, khususnya dalam merespons bencana alam yang melanda wilayah Sumatera.

Mengusung tema “Kesetiakawanan Sosial di Tengah Bencana Sumatera: Membantu Sesama, Membantu Indonesia”, kegiatan tersebut menekankan pentingnya kepedulian sosial sebagai nilai fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat Pilar Kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika, ditegaskan sebagai fondasi moral dan konstitusional dalam menghadapi situasi krisis.

Dalam pemaparannya, Wastam menyampaikan bahwa bencana alam tidak boleh dipandang sebagai persoalan daerah tertentu, melainkan sebagai duka dan tanggung jawab bersama seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, kesetiakawanan sosial merupakan karakter bangsa yang telah mengakar sejak lama dan harus terus dipelihara di tengah tantangan zaman.

“Ketika saudara-saudara kita tertimpa bencana, kepedulian yang muncul adalah cerminan nilai Pancasila, khususnya Sila Kedua tentang Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Sila Ketiga, Persatuan Indonesia,” kata Wastam.

Ia juga menjelaskan bahwa semangat saling membantu memiliki dasar hukum yang kuat dalam konstitusi. UUD 1945, lanjutnya, menjamin hak setiap warga negara untuk hidup dan memperoleh perlindungan, sebagaimana tertuang dalam Pasal 28A dan Pasal 34 ayat (1) yang menegaskan kewajiban negara memelihara fakir miskin serta korban bencana. Pasal-pasal tersebut, menurutnya, menjadi pijakan bagi negara dan masyarakat untuk hadir bersama dalam situasi darurat.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, organisasi sosial, hingga warga Desa Sunyalangu. Para peserta diajak memahami bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak selalu diwujudkan dalam bantuan besar, tetapi dapat dimulai dari langkah sederhana seperti donasi, doa, serta penguatan solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

Caption Foto : Anggota MPR RI, H. Wastam SE. SH, MH, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jumat (19/12/2025). (Foto : Dok. Tim Wastam).

 

Semangat Gotong-Royong

Diskusi berlangsung interaktif dan penuh empati. Salah satu peserta, Fauzi, menyampaikan bahwa kepedulian masyarakat Banyumas terhadap korban bencana di Sumatera merupakan contoh nyata pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Gotong royong dan rasa kemanusiaan itulah yang membuat Pancasila tetap hidup, bukan hanya sebagai konsep, tetapi sebagai praktik sosial,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, H. Wastam mengapresiasi partisipasi masyarakat dan mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memupuk kesetiakawanan sosial. Ia menegaskan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada kepedulian dan kebersamaan warganya, bukan pada sikap individualistis atau apatis.

Lebih lanjut, ia menekankan makna Sila Kelima Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang menuntut adanya keberpihakan terhadap kelompok rentan, termasuk korban bencana alam. Oleh karena itu, solidaritas sosial harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama.

Menutup kegiatan, Wastam berharap peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan ketahanan sosial bangsa.

“Dengan saling membantu dan peduli, kita tidak hanya meringankan beban sesama, tetapi juga memperkokoh persatuan Indonesia,” tuturnya.

Kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama warga Desa Sunyalangu untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila demi Indonesia yang kuat, bersatu, dan berkeadilan.

Comments are closed.