Geotermal Jadi Andalan Transisi Energi, DPR Dorong Percepatan Realisasi 5,2 GW
METROJATENG.COM, JAKARTA – Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menegaskan bahwa energi panas bumi atau geotermal merupakan salah satu kunci utama dalam mendukung transisi energi Indonesia menuju target Net Zero Emissions (NZE) 2034.
Menurutnya, potensi geotermal di Indonesia sangat besar, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), pemerintah menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) hingga 5,2 gigawatt (GW) pada 2034.
“Kami melihat PLTP Geotermal Kamojang bisa menjadi contoh sukses. Ini adalah PLTP pertama di Indonesia, dan pengembangannya terbukti terjaga dengan baik. Hal seperti inilah yang perlu direplikasi di lokasi lain,” ujar Bambang usai kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR RI ke PLTP Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Politisi Partai Golkar ini mendorong seluruh operator geotermal untuk segera merealisasikan rencana bisnis sesuai target RUPTL. “Jika 5,2 GW ini bisa terwujud, Indonesia benar-benar berada di jalur yang tepat menuju NZE 2034,” tegasnya.
Selain menekankan pentingnya aspek teknis, Bambang juga mengingatkan agar pengembangan geotermal berpegang pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). “Keberadaan proyek geotermal harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Bambang menilai keunggulan geotermal terletak pada kemampuannya menghasilkan energi base load yang stabil, berbeda dengan energi surya atau angin yang bersifat intermiten.
“Geotermal tidak tergantung cuaca atau waktu. Produksinya stabil dengan penurunan kapasitas sangat kecil, berbeda dengan tenaga surya yang berhenti saat malam hari,” jelasnya.
Dengan karakteristik tersebut, geotermal diyakini menjadi sumber energi yang andal untuk menopang kebutuhan listrik nasional secara berkelanjutan.
“Kita harus mengutamakan sumber energi yang punya kapasitas base load. Di sinilah geotermal menjadi unggulan dan layak mendapat kredit poin lebih dibanding EBT lainnya,” pungkasnya.
Comments are closed.