Bendungan Ancol Usai Direvitalisasi, Indah Tapi Masih Terkunci
METROJATENG.COM, MAGELANG – Revitalisasi Bendungan Ancol di aliran Kali Progo yang menghubungkan Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah rampung sejak akhir 2024. Namun hingga kini, kawasan bersejarah yang dibangun pada 1909 itu belum juga diresmikan dan dibuka untuk wisatawan.
Padahal, setiap akhir pekan dan hari libur nasional, puluhan warga sudah terlanjur datang, hanya untuk kecewa karena pintu masuk masih terkunci. Bangunan gapura bergaya candi yang megah, taman di bantaran sungai, gazebo hingga panggung pertunjukan—semua hanya bisa dinikmati dari balik pagar besi.
“Dulu rencananya Desember 2024 sudah dibuka. Tapi sampai sekarang belum ada kabar. Banyak wisatawan datang, akhirnya putar balik,” kata Nuryanto, warga Desa Karangtalun, Kecamatan Ngluwar, Magelang.
Menurutnya, masyarakat sekitar sudah beberapa kali diajak duduk bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) Yogyakarta selaku pengelola. Namun pembahasan belum membuahkan hasil.
Warga khawatir, jika tak segera diresmikan, kawasan yang sudah ditata rapi itu justru terbengkalai. “Kalau tidak dikelola, sayang sekali, bisa rusak dan mangkrak,” tambah Nuryanto.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, menegaskan bahwa kewenangan penuh memang ada di pemerintah pusat melalui BBWSO. Meski begitu, ia menilai pengelolaan wisata Bendungan Ancol lebih tepat jika melibatkan desa.
“Kalau dikelola BUMDes, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat. UMKM juga bisa hidup,” ujarnya.
Kini, Bendungan Ancol yang berdiri kokoh di antara Kecamatan Ngluwar, Magelang dan Kalibawang, Kulonprogo, tinggal menunggu kepastian. Revitalisasi telah membuatnya tampak menawan, namun keindahan itu masih tersimpan di balik pagar terkunci.
Comments are closed.