Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Ini Cara Bijak Memulai Intermittent Fasting dan Apa Saja yang Harus Diwaspadai

METROJATENG.COM, SEMARANG – Belakangan, intermittent fasting atau pola makan dengan jeda waktu tertentu, semakin banyak digemari. Tidak sedikit yang mencobanya demi alasan kesehatan, menurunkan berat badan, atau sekadar ingin gaya hidup lebih teratur. Namun, sebelum terjun, penting untuk mengenali cara memulainya agar tubuh tidak “kaget” dengan pola baru ini.

Kunci sukses intermittent fasting bukanlah memaksakan diri, melainkan beradaptasi perlahan. Misalnya, coba dulu pola 12/12, yaitu 12 jam berpuasa dan 12 jam waktu makan. Setelah terbiasa, bisa meningkatkan durasinya secara bertahap.

Beberapa hal yang bisa membantu:

  • Atur jam makan sesuai ritme hidup. Jangan sampai waktu makan bertabrakan dengan jadwal kerja atau aktivitas penting.

  • Tetap hidrasi. Air putih adalah sahabat terbaik selama puasa.

  • Sesuaikan olahraga. Hindari latihan berat saat perut kosong, pilih yang lebih ringan.

  • Konsultasi dengan ahli. Terutama bila memiliki kondisi medis, sedang hamil/menyusui, atau masih di bawah 18 tahun.

Intinya, intermittent fasting bukan tentang siapa yang paling lama menahan lapar, tetapi bagaimana tubuh bisa menyesuaikan diri dengan sehat dan nyaman.

Tubuh biasanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Pada fase awal, beberapa keluhan berikut bisa saja muncul:

  • Rasa lapar yang terasa berlebihan

  • Pusing, lemas, atau sulit fokus

  • Susah tidur

  • Perut tidak nyaman atau gangguan pencernaan

  • Mood mudah berubah

  • Gula darah bisa menurun drastis

  • Bagi perempuan, siklus menstruasi bisa jadi tidak teratur

Kabar baiknya, gejala ini umumnya hanya sementara. Setelah tubuh terbiasa, banyak orang justru merasa lebih bertenaga dan ringan. Namun, jika keluhan terasa parah atau berlangsung lama, jangan ragu untuk berhenti sejenak dan berkonsultasi ke dokter.

Perlu dipahami, Intermittent Fasting tidak selalu cocok untuk semua orang. Pola ini bisa memberi manfaat besar bila dilakukan dengan benar, tapi tidak semua orang cocok menjalaninya. Dengarkan sinyal tubuh, jangan dipaksakan hanya karena tren.

Comments are closed.