Borobudur Kini Bisa Didaki Setiap Hari, Wisata Tak Lagi Libur di Hari Senin
METROJATENG.COM, MAGELANG – Ada angin segar bagi dunia pariwisata Magelang. Pengelola Taman Wisata Candi Borobudur resmi membuka akses naik ke puncak candi setiap hari, termasuk hari Senin yang selama ini dikenal sebagai hari libur kunjungan.
Kebijakan baru ini diumumkan langsung oleh Direktur Utama PT Taman Wisata Borobudur (TWB), Mardijono Nugroho. Menurutnya, selama ini, hari Senin identik dengan sepinya kawasan Candi Borobudur karena liburnya museum dan instansi pengelola cagar budaya. Namun kini, kebijakan baru ini telah mendapatkan izin resmi dari Museum dan Cagar Budaya (MCB), dan diharapkan mampu menggeliatkan kembali denyut ekonomi lokal.
“Mulai pekan ini, wisatawan diperbolehkan naik ke puncak candi setiap hari. Tidak ada lagi pembatasan hari,” ujar Mardijono.
Efeknya langsung terasa. Bila sebelumnya Senin sepi pengunjung, kini angka kunjungan melonjak drastis. TWB mencatat ada sekitar 3.000 hingga 4.000 wisatawan yang datang di awal pekan.
“Alhamdulillah, respon wisatawan sangat antusias. Biasanya Senin sunyi, hari ini ramai,” imbuh Mardijono.
Ia menyebut pembukaan ini masih dalam tahap uji coba. Promosi akan terus digencarkan sambil tetap menjaga keseimbangan antara konservasi dan pariwisata.
Upanat Masih Wajib
Meski akses diperluas, pengelola tetap berkomitmen pada pelestarian cagar budaya. Setiap pengunjung yang naik ke puncak candi wajib menggunakan upanat, yaitu alas kaki khusus yang dirancang untuk menjaga struktur batu dari keausan.
“Kami tidak sekadar membuka tutup kunjungan, tapi ingin mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan, menghormati nilai-nilai budaya, spiritual, dan konservasi,” jelasnya.
Mengenai jumlah maksimal pengunjung, TWB masih melakukan kajian untuk menentukan batas ideal antara konservasi dan optimalisasi kunjungan. Beberapa pihak, termasuk Bupati Magelang, mengusulkan kuota harian ditingkatkan menjadi 5.000–10.000 orang.
Kebijakan ini disambut suka cita oleh pelaku wisata setempat. Pemandu lokal, pengelola homestay, hingga pelaku UMKM kembali bergairah setelah sempat terpuruk akibat pandemi dan pembatasan konservasi. Borobudur kembali menggeliat, dan hari Senin tak lagi menjadi hari yang sunyi.
Comments are closed.