Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Masuki Peak Season Lebaran, Pengiriman Diprediksi Melonjak 20-30 Persen

JNE Siapkan Armada dan SDM Tambah

METROJATENG.COM, SEMARANG– Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, aktivitas industri logistik kembali menggeliat. Pengiriman barang bahkan diprediksi akan mengalami lonjakan 20-30 persen.

Kepala Cabang JNE Semarang, Wahyu Sangerti Alam, mengatakan periode Ramadan selalu menjadi fase krusial bagi perusahaan ekspedisi karena lonjakan permintaan pengiriman terjadi hampir di seluruh wilayah.

“Ramadan dan Idul Fitri merupakan peak season bagi industri logistik. Peningkatan konsumsi masyarakat, transaksi e-commerce, hingga pengiriman parsel membuat volume kiriman naik signifikan,” kata Wahyu.

Ia menjelaskan, pertumbuhan industri logistik saat ini tetap ditopang oleh perkembangan digitalisasi dan semakin kuatnya ekosistem belanja online. Kondisi tersebut turut mendorong peningkatan permintaan layanan pengiriman dari sektor ritel maupun UMKM.

Untuk periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) tahun ini, JNE memproyeksikan kenaikan volume pengiriman berada di kisaran 20 hingga 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Secara proyeksi, pertumbuhan masih berada di rentang 20–30 persen. Angka ini sejalan dengan tren tahun-tahun sebelumnya dan menunjukkan permintaan yang tetap kuat,” ujarnya.
Menurut Wahyu, sektor fesyen, makanan dan minuman, serta kebutuhan rumah tangga menjadi penyumbang utama lonjakan kiriman. Selain itu, aktivitas UMKM yang semakin aktif memasarkan produknya secara online turut memperbesar volume pengiriman.

“Biasanya yang paling dominan adalah fesyen dan produk makanan. UMKM juga sangat berperan dalam peningkatan kiriman selama Ramadan,” jelasnya.

Antisipasi Tantangan Distribusi
Periode Lebaran juga identik dengan kepadatan arus mudik dan potensi hambatan distribusi. Wahyu menyebut, JNE telah menyiapkan langkah antisipatif, termasuk menghadapi kemungkinan pembatasan angkutan darat dan faktor cuaca.

“Kami menerapkan strategi distribusi multimoda, memaksimalkan jalur darat, udara, dan laut agar pengiriman tetap berjalan lancar. Sistem monitoring real-time juga kami optimalkan untuk menjaga ketepatan waktu sesuai standar layanan,” katanya.

Ia menambahkan, momentum libur nasional yang berdekatan dengan Ramadan juga menjadi bagian dari perencanaan operasional agar tidak terjadi penumpukan kiriman.

Penguatan SDM dan Infrastruktur
Dari sisi kesiapan, JNE memperkuat kapasitas operasional dengan dukungan lebih dari 50.000 karyawan dan 11.000 unit armada secara nasional. Jaringan lebih dari 8.000 titik layanan di seluruh Indonesia juga dioptimalkan, termasuk penyesuaian jam operasional di titik dengan volume tinggi.

Selain itu, JNE mengandalkan fasilitas Mega Hub seluas 4 hektare yang berada di kawasan dekat Bandara Internasional Soekarno Hatta. Fasilitas ini telah dilengkapi Automatic Sorting Center untuk mempercepat proses sortir dan distribusi kiriman.

“Seluruh kesiapan ini kami lakukan agar kualitas layanan tetap terjaga selama Ramadan dan Idul Fitri,” tegas Wahyu.
Terkait operasional saat hari raya, ia memastikan layanan tetap berjalan dengan pengaturan khusus di masing-masing wilayah.

“Komitmen kami adalah tetap hadir melayani masyarakat, terutama di momen kebersamaan seperti Ramadan dan Lebaran. Semangat Connecting Happiness menjadi penguat kami untuk terus menjaga kepercayaan pelanggan,” pungkasnya.(*)

Comments are closed.