Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Lantik Pj Bupati Tegal dan Kudus, Ini Pesan Nana Sudjana

0

METROJATENG.COM, SEMARANG – Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana,  melantik dua penjabat bupati, yaitu Agustyarsyah sebagai Pj Bupati Tegal dan M Hasan Chabibie sebagai Pj Bupati Kudus, Rabu (10/1/2024). Usai melantik, Nana berpesan agar kedua Pj bupati segera menuntaskan kemiskinan ekstrim dan stunting di wilayahnya, serta menjaga netralitas dalam Pemilu 2024.

“Penuntasan kemiskinan ekstrim harus segera dituntaskan, karena kita memiliki target zero pada tahun ini, termasuk juga penanganan dan pencegahan stunting”, pesannya.

Dalam pelantikan yang berlangsung di Grhadhika Bhakti Praja tersebut, Nana juga menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi terhadap kinerja pejabat sebelumnya yang telah berupaya menuntaskan berbagai problem di wilayah. Kabupaten Tegal yang sebelumnya dipimpin Umi Azizah, angka kemiskinan pada 2023 sebesar 7,30 persen dan angka kemiskinan ekstrem 2022 mencapai 0,73 persen.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka pada 2023 sebesar 8,60 persen. Prevalensi stunting berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI)  2022 sebesar 22,3 persen.

Kudus yang sebelumnya dipimpin Pj Bupati Bergas Catursasi Penanggungan, tingkat kemiskinan pada 2023 tercatat 7,24 persen.  Angka kemiskinan ekstrem 2022 mencapai 0,63 persen. Tingkat pengangguran terbuka, berdasarkan data BPS, pada  2022 mencapai 3,21 persen. Adapun, prevalensi stunting berdasarkan SSGI tahun 2022 sebesar 19,0 persen.

Inovasi

Nana mengajak pejabat yang baru, segera melakukan langkah inovatif, untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem, stunting dan angka pengangguran. Ia meminta mereka mengoptimalkan  inovasi, untuk mewujudkan pelayanan publik yang mudah, murah, cepat, transparan, dan akuntabel.

Selain itu, Nana meminta pemanfaatan teknologi informasi dan Mal Pelayanan Publik (MPP) secara optimal, untuk mendukung kinerja pemerintahan dan pelayanan publik.

“Bagi pejabat yang baru segera beradaptasi, pelajari karakteristik wilayah, dan lakukan langkah prioritas dari pusat yang harus segera dilakukan, terkait kemiskinan, stunting dan pengangguran, serta sukseskan pemilu sejuk, damai, dan kondusif”, tuturnya.

Sedang terkait penanganan stunting, Nana menginstruksikan dilakukan edukasi tentang usia perkawinan, mendorong pasangan usia subur menggunakan kontrasepsi dan mengoptimalkan fungsi Posyandu maupun Bina Keluarga Balita (BKB). Selain itu juga penting dilakukan deteksi dini stunting dan penyakit penyerta pada bayi baru lahir,  pemberian makanan tambahan bergizi dari pangan lokal, serta memaksimalkan kinerja Tim Pendamping Keluarga dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Leave A Reply

Your email address will not be published.