Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Polresta Banyumas Dalami Dugaan Pungli BSPS Sokawera

0

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Polresta Banyumas tengah mendalami laporan dugaan pungutan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dilaporkan warga Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas kemarin malam. Beberapa saksi pelapor sudah dimintai keterangan, beserta barang bukti sudah dikantongi penyidik.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu, melalui Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Adriansyah Rithas Hasibuan membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan adanya pungli pada bantuan rehab rumah yang diterima warga Desa Sokawera. Saat ini masih dilakukan pendalaman terhadap keterangan para saksi.

“Kemarin malam baru pengaduan dan sekarang kita masih proses penyidikan”, terangnya, Rabu (10/1/2024).

BSPS merupakan program bantuan untuk rehab rumah bagi warga tidak mampu dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Di Kabupaten Banyumas ada beberapa titik lokasi penerima bantuan tersebut, salah satunya di Desa Sokawera. Ada 20 keluarga penerima BSPS.

“Kita masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan juga bukti-bukti”, ucap Kasat Reskrim.

Tanpa Potongan

Terpisah, Ketua BSPS untuk Desa Sokawera, Andi Kurniawan menjelaskan, bantuan BSPS dari Kementerian PUPR harusnya diterima warga 100%, tanpa potongan apapun. Untuk satu orang, menerima bantuan material senilai Rp 17,5 juta dan untuk ongkos tukang Rp 2,5 juta dalam bentuk uang cash.

“Sebelum bantuan cair, kita sudah sosialisasikan kepada warga penerima bantuan, mereka kita kumpulkan di Singasari, Kecamatan Karanglewas. Dalam pertemuan tersebut, kita sampaikan bahwa tidak ada potongan sepeserpun untuk BSPS”, terangnya.

BSPS di Desa Sokawera sendiri sudah selesai dikerjakan bulan September 2023 kemarin. Ada 20 warga yang menerima bantuan dan pelaporan kepada Kemenrian PUPR juga sudah selesai. Selain di Desa Sokawera, bantuan serupa juga diberikan untuk warga Desa Gununglurah Kecamatan Cilongok, Desa Sunyalangu dan Singasari Kecamatan Karanglewas.

Sebagaimana diketahui, perwakilan warga Desa Sokawera kemarin mendatangi Kejaksaan Negeri Purwokerto untuk melaporkan dugaan pemotongan BSPS. Namun, karena jam pelayanan di Kejari sudah habis, warga kemudian melapor ke Polresta Banyumas.

Salah satu penerima bantuan, Agus Salimin mengatakan, ada oknum yang meminta 10% dari total nilai bantuan, dengan alasan untuk sodakoh partai.

“Saya diminta menyerahkan Rp 2 juta, alasannya untuk sodakoh partai. Tetapi karena sebagian sudah terpakai untuk ongkos tukang, saya hanya berikan Rp 1 juta”, tuturnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.