Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Menanam Kebaikan di Bulan Rajab Sebagai Persiapan Menghadapi Ramadhan

Oleh : Shulhan Habib - Mahasiswa Magister prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Pascasarjana UIN Walisongo Semarang

0 711

METROJATENG.COM, SEMARANG – Umat Islam telah memasuki bulan Rajab 1444 H, bulan yang dimuliakan yang kedatangannya ditandai dengan berbagai penyambutan baik berupa ngaji kilatan, ucapan Marhaban ya Rajab, atau dengan kegiatan lainnya.

Sebagaimana tradisi masa Jahiliyyah, saat bulan Rajab datang mereka menghentikan perang demi menghormati bulan Rajab, sehingga bulan Rajab dikenal dengan al-Ashom (tuli) karena tidak terdengar suara gerencang pedang di dalamnya.

Di Bulan Rajab doa-doa dikabulkan dan di bulan Rajab pula terjadi peristiwa besar berupa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad. Dalam islam bulan rajab sangat dimuliakan dan termasuk salah satu empat bulan yang diagungkan sebagaimana dalam QS. al-Taubah ayat 36;

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ 

 

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhulmahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan mulia. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu)”. (QS. al-Taubah :36)

 

Dalam tafsirnya, Quraisy Shihab menjelaskan bahwa keempat bulan yang mulia adalah Dzul Qa’idah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Saking besarnya pengagungan orang jahilliyyah, apabila seseorang telah mengetahui pembunuh ayah, anak atau saudaranya pada bulan tersebut, ia tidak akan membalas musuhnya setelah keempat bulan tersebut berlalu.

Pada keempat bulan tersebut manusia dilarang menganiaya dirinya sendiri dengan berbuat dosa dan dianjurkan memperbanyak amal kebaikan karena segala perbuatan buruk dan baik dilipatgandakan didalamnya. Sehingga bulan Rajab diumpamakan dengan masa bercocok tanam.

Perumpamaan Rajab bulan bercocok tanam, Sya’ban bulan menyiram dan Ramadhan bulan memanen memang sudah tidak asing dan kembali menjadi familiar saat bulan Rajab tiba. Perumpamaan tersebut tentu bukan hanya sekedar perumpaan belaka.

Umat islam diharuskan melakukan persiapan dengan menanam kebaikan saat bulan Rajab datang, tidak menanti datangnya bulan Sya’ban ataupun Ramadhan. Sehingga saat orang-orang sudah memanen amalnya di bulan Ramadhan ia turut memanen bukan malah baru menanam. Kyai Asnawi Kudus menambahkan apabila seseorang semangat beribadah dibulan Rajab, maka pada bulan Sya’ban pasti tambah semangat dan di bulan Ramadhan semakin tambah semangat. 

Didalam kitab Tabyin al ‘Ajab karya Ibnu Hajar al-Asqalani dijelaskan bahwa bulan Rajab adalah bulannya Allah, barangsiapa memuliakannya maka ia telah memuliakan Allah dan akan dimasukkan surga serta mendapat ridhoNya.

Oleh karena itu dalam bulan Rajab umat muslim dianjurkan melakukan amal sholih sebagaimana yang telah dilakukan Nabi, diantaranya;

 

1. Memperbanyak berdoa

Sebagaimana hadis riwayat Imam Ahmad, bahwa saat memasuki bulan Rajab Rasulullah memperbanyak membaca doa;

اللَّهُمَّ بارِكْ لَنا في رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنا رَمَضَانَ

Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban. Sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”.

 

2. Puasa Rajab

Diantara amalan dibulan Rajab adalah berpuasa Rajab. berpuasa Rajab sangatlah dianjurkan oleh Nabi hingga puasa Rajab dalam kitab Tabyin al ‘Ajab diserupakan layaknya puasa Ramadhan. Selain itu, bagi orang yang melaksanakan puasa Rajab meski hanya sehari kelak ia akan diberi minum dari sungai di surga yang airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. (HR. Baihaqi). Wallahu a’lam.(*) 

Leave A Reply

Your email address will not be published.