Meraih Kebahagiaan Dunia dan Akhirat di Bulan Ramadan
METROJATENG.COM, SEMARANG- Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa dan mulia. Pada bulan Ramadan umat islam berlomba-lomba dalam mencari kebaikan dan beramal salih. Ramadan menjadi momentum umat muslim untuk memperbaiki diri, bermuhasabah agar memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kebahagiaan dunia dan akhirat sangat bergantung kepada kesehatan dan kejernihan hati. Sementara kesehatan dan kejernihan hati sangat bergantung kepada keyakinan kepada Allah, sifat-sifat terpuji di dalamnya, serta seberapa jauh ia dari sifat-sifat tercela yang biasa bersarang di dalamnya. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran yang merupakan petikan dari doa Nabi Ibrahim.
وَلا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ ، يَوْمَ لا يَنْفَعُ مالٌ وَلا بَنُونَ ، إِلاَّ مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيم
Artinya, “Janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. (Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak. Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,” (QS As-Syu’ara: 87-89).
Melalui ayat di atas jelas sekali bahwa orang yang selamat di akhirat adalah orang yang membawa hati yang bersih. Bersih dari kesyirikan kepada Allah, bersih dari sifat-sifat tercela, serta bersih dari berbagai penyakit hati. Selain itu, hati yang bersih juga merupakan sarana untuk meraih ketenangan dan kelapangan hati. Hal ini sangatlah penting karena banyak saudara kita yang hidup serba kecukupan, bahkan bergelimang harta, namun hatinya tidak tenang dan penuh kegelisahan.

Menurut para ulama setidaknya ada lima kunci meraih ketenangan dan kelapangan hati.
Pertama, kunci ketanangan dan kelapangan hati adalah taat kepada Alloh dan kepada Rasul-Nya. Dimana ketaatan merupakan salah satu sifat orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah. Allah akan memberikan orang bertaqwa jalan keluar dari setiap masalah dan memberinya rizki yang tidak disangka-sangka. Termasuk hatinya akan selalu dilapangkan di setiap keadaan. Sebagaimana firman allah:
. وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya, “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga,” (QS Ath-Thalaq: 2-3).
Kedua, kunci penenang dan pelapang hati adalah berdzikir dan selalu mengingat Allah. baik dzikir mengingat kekuasaan, ciptaan, dan aturan-aturan-Nya, ancaman-ancaman-Nya, maupun tanda-tanda kebesaran-Nya. Berdzikir akan menjadikan hati menjadi tenang sebagaimana firman Allah dalam al-Qur’an.
الْقُلُوب ألَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ
Artinya, “Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram,” (QS Ar-Ra’du: 28)
Selain menjadi sebab turunnya ketenangan hati, dzikir mengingat Allah juga menjadi sebab selamatnya diri dari melanggar larangan-larangan-Nya. Saat seseorang berkeinginan untuk melakukan maksiat kepada Allah, kemudian segera mengingat Allah, niscaya seseorang akan mengurungkan keinginan itu.
Kunci ketiga adalah bertaubat dan berserah diri kepada Allah. Orang yang berdosa kemudian bertaubat ibarat orang yang kotor kemudian mandi. Hal itu harus segera dilakukan, tidak menunggu dosa berkarat dan berakibat mengeraskan hati. Selain bertaubat, agar hati tenang dan lapang seseorang harus berserah diri kepada Allah. Ridho dan berprasangka baik dengan segala kehendaknya baik berupa kenikmatan maupun cobaan. Allah berfirman dalam al-Qur’an
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِه
Artinya, “Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.” (QS Ath-Thalaq: 2-3).
Keempat, kunci penenang hati adalah memperdalam ilmu Allah. Tak bisa disangkal, sempitnya hati kita akibat kurangnya ilmu Allah dalam hati kita. Maka salah satu kunci penting meraih ketenangan hati adalah mendalami ilmu-ilmu-Nya. Sebab, ilmu adalah cahaya yang menjadikan hati tenang dan dipenuhi cahaya.
Yang terakhir, kunci kelima ketenangan hati adalah selalu menolong sesama. Sebagaimana hadis Nabi bahwa orang yang selalu menolong kesulitan orang lain, maka akan ditolong oleh Allah. Siapa saja yang membukakan kesulitan sesama muslim, maka Allah akan menghilangkan kesulitannya pada hari Kiamat. (HR. Ahmad)
Dengan melakukan lima kunci tersebut di bulan ramadan, insyaallah seorang muslim akan mendapat ketentraman hati dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.(**)
Comments are closed.